SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Jumat, 28 November 2014
BS logo

Produksi Migas Indonesia Semakin Menurun
Kamis, 6 Oktober 2011 | 10:02

(dari kiri ke kanan) Ketua Panitia HUT MMI Vinny Gemilia,  Ketua Harian KMI Herry Putranto menyerahkan secara simbolik beasiswa bagi mahasiswa S1[SP/Hendro Situmorang]

 

(dari kiri ke kanan) Ketua Panitia HUT MMI Vinny Gemilia, Ketua Harian KMI Herry Putranto menyerahkan secara simbolik beasiswa bagi mahasiswa S1[SP/Hendro Situmorang]

[JAKARTA] Produksi industri minyak dan gas bumi (migas) di Indonesia pada beberapa tahun terakhir ini cenderung menurun. Untuk itulah, masalah produksi migas sebagai menjadi masalah krusial untuk terus didiskusikan dengan berbagai pihak dan berbagai disiplin ilmu, sehingga bisa mendapatkan strategi dan solusinya secara lebih komprehensif.

Untuk itu Milis Migas Indonesia (MMI) dan Komunitas Migas Indonesia (KMI), mengelar seminar yang membahas masalah produksi migas, mulai dari membahas tender migas sampai pada upaya percepatan produksi. Menurut, Ketua Panitia HUT MMI dan KMI Vinny Gemilia kali acara seminar bertema “Menatap Masa Depan Produksi Migas Indonesia” sekaligus pemberian apresiasi penghargaan bagi para insan migas di Indonesia melalui KMI Award. Acara ini sekaligus merayakan 10 tahun Milis Migas yang selama ini telah berperan sebagai media pertukaran informasi para insan migas yang akan berlangsung pada Kamis (6/10) O2011, bertempat di Ballroom XXI Djakarta Theatre.

”Kecenderungan turunnya produksi Migas tentunya akan berpengaruh terhadap penerimaan negara dan struktur APBN serta keamanan pasokan energi (migas) domestik. Banyak faktor  yang menyebabkan penurunan produksi ini diantaranya adanya laju  penurunan alamiah produksi yang terkategori tinggi yakni 12% karena kondisi lapangan yang tua, minimnya investasi eksplorasi untuk menemukan cadangan baru, masalah perijinan lahan, permasalahan dalam manajemen proyek,” katanya di Jakarta, Rabu (5/10).

Sementara itu, Ketua Harian KMI, S. Herry Putranto mengatakan, KMI bertujuan untuk memberikan sumbangsih berupa masukan-masukan kepada kepada pemerintah dalam mengelola sumber daya alam (migas) yang lebih baik. “Ini bentuk kontribusi KMI untuk membangun Indonesia lebih baik, khususnya industri migas,” tutur Herry Putranto.

Untuk penghargaan atau KMI Award 2011, akan diberikan pada tokoh yang berperan penting dalam kemajuan industri migas, dengan mengambil beberapa unsur baik dari pemerintah, perusahaan migas maupun masyarakat. Pemilihan atau voting dilakukan dengan melibatkan sekitar 15.000 anggota milis (online) profesional migas Indonesia.

Disebutkan, penghargaan tertinggi KMI Award 2011 akan diberikan kepada, mantan Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro, atas jasa-jasanya sebagai tokoh penting dan penentu kebijakan industri migas nasional delapan tahun terakhir. [H-15]    




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!