SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Rabu, 22 Oktober 2014
BS logo

Razia Diskotik Kayak Mau Perang, Aparat Bawa Senjata Laras Panjang
Selasa, 5 Juni 2012 | 12:11

Ilustrasi razia diskotik [google] Ilustrasi razia diskotik [google]

[JAKARTA] Ketua Perhimpunan Pengusaha Rekreasi dan Hiburan Umum (PPRHU) Adrian Maulete menyesalkan penggerebekan secara berlebihan aparat Polisi Militer TNI AL pada tiga lokasi diskotik di Wilayah Ibukota.  

Pasalnya, saat merazia tempat hiburan dengan sasaran penertiban oknum TNI atau Polri tersebut pihak POM TNI  membawa senjata laras panjang dan tidak menunjukkan surat tugas sehingga, menimbulkan ketakutan ribuan pengunjung.  

“Pada prinsipnya kami mendukung program penertiban lokasi hiburan oleh pemerintah atau aparat terkait. Namun, patut disesalkan insiden penggerebekan pada tiga lokasi hiburan tersebut berlebihan dan sangat mengganggu privasi juga bisa diklaim bentuk penyerangan yang menimbulkan ketakutan dan kerugian. Mengingat selama ini pengelola hiburan tidak saja selalu mendukung penertiban juga pro aktif membayar pajak,” ujar Adrian dalam percakapan dengan SP, Selasa (5/6).  

Menurut Adrian, jika sasaran operasi adalah oknum TNI, hal itu merupakan otoritas POM TNI AL, namun hendaknya saat razia berlangsung tidak dengan cara-cara berlebihan. Sebagaimana diketahui, tiga tempat hiburan ternama yang dirazia berlokasi di Wilayah Jakarta Barat dan Jakarta Pusat, yakni, diskotik Pujasera, Golden, dan Exotic. Saat penggrebekan pada Sabtu (2/6) malam sampai dini hari itu, diskotik tersebut tengah ramai dikunjungi ribuan pengunjung.  

Sementara itu, Kepala Pusat Penerangan TNI AL, Laksamana Pertama Untung Suropati mengatakan, razia bersandikan Operasi Penegakan Ketertiban (Gaktib) Mandiri dengan sasaran menertibkan anggota TNI AL yang terbukti di lokasi hiburan, dilakukan secara rutin.  

"Operasi mandiri ini rutin dan sasarannya adalah anggota TNI Angkatan Laut. Hasil razia mengamankan 9 oknum terdiri dari 4 anggota TNI Angkatan Darat (AD), 3 orang anggota TNI AL, 1 orang anggota TNI Angkatan Udara (AU) dan seorang lainnya anggota Polri. Untuk 6 oknum aparat lainnya di luar anggota TNI AL diserahkan ke masing-masing angkatan. Oknum tersebut rata-rata pangkat Tamtama dan Bintara,” kata Untung, Minggu (3/6).  

Menurutnya, soal operasi dilengkapi dengan senjata laras panjang untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Sebab POM TNI AL tidak tahu siapa saja orang-orang yang ada dalam lokasi hiburan itu.  

Jika ada yang noninternal (bukan anggota TNI AL), sifatnya hanya diamankan saja. Selanjutnya dikoordinasikan dengan POM masing-masing angkatan. Demikian ketika POM TNI angkatan lain yang gelar operasi, begitu ada anggota TNI AL yang diamankan, nanti diserahkan kepada POM TNI AL. Sembilan oknum tersebut saat menjalani tes urine tidak  mengkonsumsi narkotika. Operasi penertiban ini digelar secara random pada sejumlah tempat hiburan malam dan beberapa lokasi yang disinyalir rawan terjadinya keributan oknum. [G-5]        




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!