SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Sabtu, 25 Oktober 2014
BS logo

Roy Jeconiah Gaet Ivan dengan RI-1
Senin, 16 April 2012 | 11:22

Roy Jeconiah [SP/Fuska Sari Evani] Roy Jeconiah [SP/Fuska Sari Evani]

[YOGYAKARTA] Lantaran sudah tercium media, Roy Jeconiah mengaku harus ngebut mewujudkan persatuannya dengan John Paul Ivan yang mendahuluinya keluar dari Boomerang delapan tahun lalu.  

“Tidak ada yang aneh, pokoknya saya harus berbuat sesuatu dan Ivan ternyata menyanggupinya. Maka, kami berdua akan berangkat bersama dengan kendaraan berbeda, bukan Boomerang lagi,” katanya.  

Muncul ide dari Roy bahwa band barunya nanti bernama RI-1 yang merupakan singkatan dari Roy-Ivan ber-Satu.  

Pria bernama lengkap Roy Jeconiah Isoka Wurangian yang ditemui saat pembukaan pameran lukisan karya sahabatnya, Khadir Supartini di Yogyakarta, baru-baru ini menegaskan, dua tahun lalu dia memutuskan keluar dari Boomerang, namun tetap berdiri dengan musik rock.   “Buat saya, harus melakukan sesuatu, karena itu saya sedang menggarap single yang belum rampung. Tapi setelah ketemu Ivan, saya mantap berjalan berdua,” ujarnya.  

Roy pun tak menampik, lantaran sudah tersebar ke media, dia lalu berusaha sekuat tenaga mewujudkan RI-1 itu. “Ya saya lantas cepat-cepat telepon Ivan, dan kami sesegera mungkin memprosesnya. Ivan sudah punya lagu buat kami. Tapi ya memang belum ada judulnya,” ujar suami Precillya Grace Tulelenan itu.  

Tanpa ragu, Roy yang dengan sukarela meluangkan waktu buat sahabatnya itu menyebutkan dua judul lagu yang akan menghantarkan RI-1 yakni Gitar Tua dan Sang Saka Merah Putih. “Ini bukan untuk nabrak Boomerang, karena separuh nyawa saya di situ. Tetapi saya tetap ingin berbuat,” katanya yakin.  

Kepada wartawan, Roy pun menyebutkan, sebagai musisi, dia tidak ingin jualan kritik sosial. Meski banyak musisi populer lantaran kritik, bagi Roy, apa yang dia tuangkan dalam semua liriknya adalah kehidupan nyata. “Saya tidak suka politik, dan tidak tahu politik. Semua lagu saya, ya apa yang ada di masyarakat. Kalau ada yang bilang itu kritik sosial, ya kebetulan saja dan saya tidak mau mengada-ada,” ujarnya.  

Bagi Roy, menciptakan sebuah lagu, komponen terbesarnya adalah apa yang dirasakan. “Kalau masyarakat di sekeliling kita mengeluh sengsara, ya otomatis apa yang kami suarakan tidak jauh dari itu,” ujarnya.  

Terkait kendaraan barunya, Roy tidak mau berandai-andai major label mana yang akan bersedia. Baginya memang saat ini, label besar bagaikan industri yang juga terjerat pasar. “Sayang, karena sekarang banyak musik rock indi yang bagus-bagus tapi tidak diberi kesempatan. Karena itu, saya dan Ivan sudah menggaet seorang sahabat yang mahir di bidang rekaman studio,” ujarnya.

Roy berharap, musik rock Indonesia berjaya lagi di tengah hantaman trend musik Korea Selatan dan Amerika. “Ya musik rock sempat tenggelam, karena itulah kemunculan RI-1 itu dan kemarin sudah dimulai Jamrud Rebound, musik rock Indonesia akan kembali,” ujar Roy. [152]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!