SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Rabu, 29 Maret 2017
BS logo

Rusia Tolak Serahkan Crimea
U-5 | Kamis, 16 Februari 2017 | 11:50

Satu  tank dari Batalyon 1 “Fighting Eagles” dipindahkan dari kereta  pengangkut di pangkalan militer AS di Mihail Kogalniceanu, Romania timur, Selasa (14/2).[AP] Satu tank dari Batalyon 1 “Fighting Eagles” dipindahkan dari kereta pengangkut di pangkalan militer AS di Mihail Kogalniceanu, Romania timur, Selasa (14/2).[AP]

[MOSKWA] Rusia menyatakan tidak akan menyerahkan kembali Crimea kepada Ukraina. Hal itu ditegaskan Kremlin pada Rabu (15/2), oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova. Pernyataan tersebut dilontarkan untuk menanggapi komentar Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

“Kami tidak mengembalikan wilayah kami. Crimea adalah suatu wilayah dari Federasi Rusia,” kata Zakharova saat briefing berita mingguan terkait isu-isu kebijakan luar negeri AS pada Rabu (15/2).

Di bawah tekanan yang semakin meningkat atas hubungan pemerintahan dengan Rusia, Presiden Trump juga berkomentar pada Twitter pada Rabu (15/2) bahwa peninsula Crimea telah dirampas oleh Rusia dari Ukraina di bawah pemerintahan Obama.

Rusia menganeksasi Crimea, suatu wilayah di Ukraina, bekas republik Sovie, pada bulan Maret 2014 sehingga memicu ketegangan berlanjut dengan negara tetangganya.

Juru bicara Gedung Putih Sean Spicer mengatakan Presiden Trump telah menyatakan sangat jelas bahwa ia berharap pemerintah Rusia mengurangi eskalasi kekerasan di Ukraina dan mengembalikan Crimea.

“Pada saat yang sama, ia benar-benar mengharapkan bisa bersama dengan Rusia,” ujarnya.

Sebelumnya, Duta Besar AS untuk Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) Nikki Haley mengecam keras pendudukan Rusia di Crimea.

“Crimea adalah bagian dari Ukraina. Sanksi kami terkait Crimea akan tetap diberlakukan sampai Rusia mengembalikan ke Ukraina,” kata Haley pada pertemuan Dewan Keamanan PBB pada 2 Februari 2017.

Senator Republik John McCain, yang telah secara terbuka menentang Trump pada banyak masalah, juga membenarkan bahwa Obama "terlalu lembek". Dia menyarankan AS untuk memberikan bantuan senjata ke Ukraina dan mempertahankan sanksi atas Rusia.

Sebaliknya, Utusan Rusia Vitaly Churkin menjawab kecaman dengan mengutip Konstitusi AS dan menunjuk bahwa warga Crimea telah memilih untuk bergabung dengan Rusia, setelah kudeta yang didukung AS pada Februari 2014 akhirnya menggulingkan pemerintah terpilih di Kiev. [RT/CNN/U-5]




Kirim Komentar Anda


Pasang iklan disini via B1 Ads