SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Jumat, 28 November 2014
BS logo

Sidang Kasus Alkes

Saksi Sebutkan Keterlibatan Tanoesoedibjo
Senin, 3 Juni 2013 | 18:11

Bambang Rudijanto Tanoesoedibjo. [Antara] Bambang Rudijanto Tanoesoedibjo. [Antara]

[JAKARTA] Kakak taipan media, Harry Tanoesoedibjo yakni  Bambang Rudijanto Tanoesoedibjo, selaku Direktur Utama PT Prasasti Mitra  diduga terlibat dalam kasus korupsi pengadaan alat kesehatan terkait flu burung di Kementerian Kesehatan (Kemkes) tahun 2006-2007.  

Nama Bambang kembali terungkap dalam sidang dengan terdakwa Ratna Dewi Umar.

Saksi Tatan Saefuddin, yang merupakan panitia pengadaan alat kesehatan tahun 2006, mengatakan bahwa pernah mendengar pembicaraan antara terdakwa Ratna Dewi Umar, selaku mantan Direktur Bina Pelayanan Medik Dasar dengan Rudi seputar proyek pengadaan alat kesehatan.

"Benar (pernah dengan terdakwa di telepon Rudi tentang Alkes) karena dalam pembicaraan disebut nama itu (Rudi)," kata Tatan ketika bersaksi untuk terdakwa Ratna Dewi Umar dalam sidang di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (3/6).

Kemudian, lanjut Tatan, akhirnya diketahui bahwa Rudy berasal dari PT Prasasti Mitra setelah bertemu dengan Sutikno, yang juga berasal dari perusahaan yang melaksanakan proyek pengadaan Alkes tahun 2006. Padahal, perusahaan yang ditunjuk mengerjakan proyek adalah PT Rajawali Nusindo.

Lebih lanjut saksi Tatan mengatakan bahwa atas perintah terdakwa Ratna Dewi Umar, PT Rajawali Nusindo ditunjuk sebagai perusahaan pemenang lelang tender pengadaan alat kesehatan dan perbekalan dalam rangka wabah flu burung tahun anggaran 2006-2007 di Kementerian Kesehatan.

Tetapi, agar proses lelang tampak sesuai prosedur, disertakan dua perusahaan pendamping, yakni PT Indofarma Global Medika dan PT Biofarma.

Dalam surat dakwaan, Ratna dianggap menyalahgunakan wewenang sebagai pejabat negara, dengan menunjuk langsung PT Rajawali Nusindo dalam proyek pengadaan alat kesehatan dan perbekalan dalam rangka wabah flu burung tahun anggaran 2006-2007 di Kementerian Kesehatan.

Namun, dalam praktiknya, dalam dakwaan Jaksa, PT Rajawali Nusindo justru menyerahkan pekerjaan kepada PT Prasasti Mitra, perusahaan milik Bambang Rudijanto Tanoesoedibjo.

Tetapi, dalam pelaksanaannya PT Prasasti Mitra malah kembali mengalihkan pengadaan alat kesehatan itu dari beberapa agen tunggal. Yakni PT Fondaco Mitratama, PT Prasasti Mitra, PT Meditec Iasa Tronica, PT Airindo Sentra Medika, dan PT Kartika Sentamas dengan harga lebih murah. [N-8]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!