SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Sabtu, 1 November 2014
BS logo

Samsung TV LED 60ES6500, Besar Memukau, Harga Terjangkau
Selasa, 14 Agustus 2012 | 12:56

Acara peluncuran Samsung LED layar lebar di Hotel Le Meridien, Jakarta, baru-baru ini [SP/Unggul Wirawan]

Acara peluncuran Samsung LED layar lebar di Hotel Le Meridien, Jakarta, baru-baru ini [SP/Unggul Wirawan]

[JAKARTA] Keluarga besar kerap menggelar pesta besar. Tentu butuh televisi layar lebar. Untuk mendapatkan visual besar yang memukau, Samsung Electronics Indonesia (SEIN menawarkan TV Light Emitting Diode (LED) dengan harga terjangkau. Menu fitur 3D pun sudah tersedia.            

Strategi Samsung memperkenalkan TV layar lebar bukan tanpa  alasan. Data Lembaga Penelitian Konsumen Gesellschaft für Konsumforschung (GfK)  pada semester I 2012, pertumbuhan  pasar Front Projection Television (FPTV) dengan layar di atas 46 inci tumbuh 60 persen (berdasarkan unit), jika dibandingkan periode yang sama tahun 2011. Berdasarkan nilai, pasar FPTV semester I  tahun 2012 meningkat 110 persen, dibandingkan periode yang sama tahun 2011.   

“Markas Samsung di Korsel memperkenalkan televisi layar besar untuk menghormati keluarga-keluarga Indonesia. Pada saat Idul Fitri, biasanya keluarga besar berkumpul dan mengadakan pesta besar. Kini dengan Samsung LED layar lebar, konsumen Indonesia bisa mendapatkannya dengan harga terjangkau,” kata Managing Director SEIN, Yoo Young Kim di Hotel Le Meridien, Jakarta, baru-baru ini.  

Tiga produk yang diperkenalkan adalah seri EH6000, EH6030, dan ES6500. Seri EH6000 dan ES6500 hadir dengan ukuran layar 60 inci (full HD). Perbedaan yang dimiliki keduanya terletak pada teknologi yang diusung, seri ES6500 hadir lengkap dengan teknologi Smart TV dan 3D. Seri EH6030 memiliki layar 46 inci yang sudah dilengkapi teknologi 3D  

Meskipun besar dari segi layar, tiga produk ini dianggap cukup “terjangkau” dari segi harga. TV LED Samsung seri ES6500 yang ditawarkan dengan harga sekitar  Rp 40 juta, seri EH6000 berkisar Rp 22 juta, sedangkan seri EH6030 seharga Rp 14 juta.  

“Di Indonesia, Plasma dan LED menjadi televisi nomor satu. Tahun 2011, perbandingannya 54 persen dan 30 persen. Tahun 2012, porsi LED diperkirakan menjadi 68 persen dan liquid crystal display (LCD) sekitar 32 persen. Indonesia sering dianggap masih krisis, tapi jika melihat porsi market TV di atas 46 inci, itu ternyata salah total. Kaum berada makin banyak. Mereka makin membutuhkan layar dengan inci lebih besar,” tutur Consumer Electronics Business Director SEIN, Iffan Suryanto.  

Iffan mengakui tren TV layar besar di Indonesia semakin meluas. Namun saat ini, konsumen Indonesia cenderung ingin menikmati layar besar saja, karena infrastruktur jaringan internet belum bagus. Dari segi harga, ceruk konsumen terbesar terdapat pada kisaran produk layar besar senilai Rp 20 juta  sampai 26 juta.  

Menurut Iffan, Samsung menguasai sekitar 30 persen pangsa pasar televisi nasional. Namun pada akhir tahun 2012, Samsung diharapkan sudah bisa menguasai 40 persen pangsa pasar. Saat ini, daya beli masyarakat Indonesia semakin besar, TV yang dibutuhkan pun semakin banyak.  

“Ada tren masyarakat, jika ingin membeli layar besar, sekalian saja TV ukuran 56 inci ke atas. Sebagian konsumen Indonesia tidak terlalu perlu smart TV, tapi butuh TV 3D.  Fitur 3D dianggap jauh lebih menarik dan penting, karena smart TV terkendala masalah infrastruktur internet,” ujarnya.  

Khusus Samsung TV LED seri ES, tersedia teknologi 3D converter yang memungkinkan konten 2D menjadi kualitas gambar 3D yang lebih hidup. TV ini juga dilengkapi dengan penggunaan kacamata 3D aktif untuk pengguna ini.  TV LED Seri ES juga memiliki fitur Smart Hub yang memungkinkan pengalaman interaktif pengguna dengan ratusan aplikasi di Samsung Apps. Pengguna bisa mengunggah foto ke galeri dari ponsel serta chatting lewat fitur andalan Family Story. Pada layar lebar ini, pencarian halaman situs juga semakin mudah dan menyenangkan.  

Head of AV Product Marketing SEIN, Marvy Arnold menjelaskan, kelak TV LED akan menggantikan TV liquid crystal display (LCD), karena memiliki teknologi yang jauh lebih baik.  Dari segi gambar, LED memiliki kualitas range warna yang lebih luas antara 5 persen sampai 10 persen. Dari segi bentuk fisik, LED jauh lebih ramping dan bingkai bezel makin tipis. Sementara dari segi konsumsi energi, LED jauh lebih hemat daya listrik hampir 50 persen. TV LED pun sudah menerapkan komponen ramah lingkungan.  

“Samsung LED dilengkapi fitur Motion Plus. Dengan fitur ini, adegan gambar cepat tetapi bagus walaupun gerak cepat. Tidak ada blur, meskipun ada banyak frame dalam hitungan algoritma. Ada juga fitur 3D aktif yang membuat gambar 3D bisa tetap nyaman dilihat dari sudut mana saja,” katanya.  

Pada TV LED 60ES6500, kata  Marvy, Samsung membenamkan fitur Wireless LAN built in sehingga memudahkan akses internet tanpa perangkat tambahan penerima WiFi.  Ada juga fitur share content yang memungkinkan pengguna mengirim foto atau pesan dari luar ruangan ke TV di rumah. Samsung juga menyediakan layanan komputasi awan sebesar 2 GB secara gratis.  

“Akun ini tertutup, pengguna bisa mengunggah foto-foto atau file pribadi. Keamanan terjamin. Kelak kami akan tambah banyak aplikasi, namun program platform Samsung belum banyak diketahui orang. Kami harus mengedukasi para programmer untuk bisa menciptakan aplikasi bagus dan menjadi gaya hidup,” tambahnya.  

Dengan tren televisi LED, Samsung semakin fokus memproduksi TV berteknologi LED. Mulai 2012, Samsung tak lagi memproduksi televisi jenis tabung (CRT), sedangkan produksi TV LCD akan dihentikan pada 2013 mendatang. Bahkan pada tahun 2012, Samsung hanya memproduksi satu tipe TV LCD berukuran 32 inci, yakni 32E420. [U-5]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!