SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Jumat, 24 Oktober 2014
BS logo

Tancapkan Kaki di Indonesia

Sany Group Gandeng Jimac Perkasa
Senin, 19 September 2011 | 15:46

[JAKARTA] Sany Group, industri alat berat asal Tiongkok menggandeng PT Jimac Perkasa untuk berinvestasi di Indonesia. Sany Group yang memproduksi alat berat melalui Sany Heavy Industries Co menjadikan Jimac Perkasa sebagai mitra dalam penjualan alat berat di Indonesia.
    
Chairman Jimac Perkasa, Benny Kurniajaya, kepada pers di Jakarta, Senin (19/9),  Sany Group akan membangun pabrik di Indonesia pada th 2011 dengan nilai us$ 200 juta untuk memproduksi alat-alat berat di dalam negeri. Perusahaan tersebut dibangun di atas tanah seluas 10 Ha di Karawang.
    
PT Jimac Perkasa yang merupakan anak usaha PT Jakarta International Machinery Centre (Jimac) ditunjuk sebagai official dealer produk alat berat Sany Group untuk Indonesia. Dalam hal ini Jimac Perkasa menjadi authorized distributor Sany Group di Indonesia.

Peresmian, sekaligus seremonial penandatanganan kerja sama antara Sany Group Tiongkok dan Jimac Perkasa ini akan dilaksanakan di Jakarta, Kamis (22/9).
    
Beny mengatakan, Sany Group yang merupakan salah satu perusahaan terbesar di Tiongkok dengan nilai omset penjualan Rp 76 triliun/ tahun memberikan kepercayaan kepada Jimac sebagai mitranya untuk bisnis alat berat di Indonesia.

Sany Group menganggap Jimac berpengalaman dalam bisnis alat berat di Indonesia. "Jimac berdiri sudah lebih dari 20 tahun. Kita mulai bisnis sebagai industri rekondisi alat berat dan truk bukan baru (bekas) dari kecil hingga saat ini dipercaya oleh perusahaan terbesar di Tiongkok sebagai mitra untuk penjualan alat-alat berat baru merek SANY. Ini menunjukkan Jimac begitu dipercaya oleh investor asing di Indonesia," kata Benny.
    
Dalam hal ini Sany Group akan siap bersaing dengan para pemain alat berat yang sudah ada di Indonesia. Sany Group sendiri akan mampu bersaing, baik dari sisi kualitas, teknologi maupun harga jual alat beratnya.
    
Saat ini Sany Group sudah mendirikan PT Sany Indonesia Machinery yang bertanggjung jawab dalam pembangunan pabrik alat berat itu. Apalagi permintaan alat berat, baik baru maupun hasil rekondisi di Indonesia terus meningkat. [E-8]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!