SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Jumat, 24 Oktober 2014
BS logo

Kawat Terbaru Bocoran WikiLeaks

Saudi Arabia Usul Bentuk Pasukan Arab untuk Melawan Hezbollah di Libanon
Rabu, 8 Desember 2010 | 17:22

Pendiri WikiLeaks, Julian Assange Pendiri WikiLeaks, Julian Assange

[WASHINGTON] Saudi Arabia mengusulkan pembentukan sebuah pasukan Arab untuk melawan militan Hezbollahdi Lebanon dengan bantuan Amerika Serikat (AS), Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) dan NATO. Demikian sebuah kawat diplomatik AS paling baru yang dibocorkan WikLeaks pada Selasa (8/12).

Dalam sebuah pertemuan Mei 2008 dengan seorang diplomat AS di Irak, David Satterfield dan Menteri Luar Negeri Saudi Arabia Saud al-Faisal dikatakan, sebuah pasukan keamanan dibutuhkan untuk melawan miliatan Hezbollah yang didukung Iran di Libanon.

Pangeran Saudi Arabia khawatir kemenangan Hezbollah terhadap Pemerintah Libanon yang dipimpin Perdana Menteri Fuad Siniora akan membuat negara itu diambil alih Iran.

Menurut kawat dari Kedutaan Besar AS di Riyadh, ada kebutuhan untuk dibentuk sebuah pasukan Arab dan ditempatkan di dan sekitar Beirut. Pasalnya, pasukan Libanon terlalu lemah untuk bisa memberi tekanan kepada militan Hezbollah. 

Masih menurut kawat tersebut, pasukan seperti itu akan dibantu oleh pasukan UNIFIL yang ditempatkan di Libanon Selatan sementara AS dan NATO dibutuhkan untuk mendukung gerakan dan logistik seperti bantuan dari angkatan laut dan udara.

Tetapi rencana itu sepertinya sudah mendorong Washington untuk mengembalikan pasukan AS ke Libanon untuk pertama kalinya sejak bom bunuh diri 1983 di markas Marinir AS di Beirut yang menewaskan hampir 300 orang.

Saud berpendapat bahwa dari semua daerah yang berbatasan dengan Iran sekarang berpendapat, perang di Libanan untuk menjamin perdamaian akan lebih mudah daripada perang untuk menang.

Kepada Satterfield Saud mengatakan bahwa Siniora mendukung kuat rencana itu tetapi hanya Yordania, Mesir dan Liga Arab yang menyetujui itu. Apa yang dibutuhkan  adalah sebuah pasukan Arab yang berasal dari negara-negara Arab pinggiran untuk ditempatkan di Beirut di bawah pengawasan PBB. Sebab, menurut Saud, pasukan PBB di Libanon Selatan tidak bisa berbuat apa-apa.

Sebelumnya, memo diplomatik AS yang dirilis WikiLeaks memperlihatkan Saudi Arabia khawatir adanya ancaman dari Iran. Saudi takut ambisi Teheran untuk menyebarkan Islam Syiah. Rakyat Saudi Arabia adalah dominan Sunni sementara Syiah hanya minoritas. Sementara Iran dominan Islam Syiah. [AFP/A-21]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!