SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Sabtu, 25 Oktober 2014
BS logo

SDN 27 Kramatjati Direhab, Murid Mengungsi Sementara
Kamis, 18 Juli 2013 | 14:08

Kadisdik DKI Jakarta, Taufik Yudi [beritajakarta] Kadisdik DKI Jakarta, Taufik Yudi [beritajakarta]

[JAKARTA] Sekolah Dasar Negeri (SDN) 27 Kramatjati akan direhabilitasi total oleh Dinas Pendidikan DKI Jakarta pada 2014 mendatang. Untuk sementara waktu, 265 murid SDN yang terletak di Jalan Kerja Bhakti itu akan mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) di SDN 24 Kramatjati Pagi. Hal ini untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tak diinginkan, mengingat kondisi gedung sekolah yang semakin rawan.

"Sekarang jangan ambil risiko lagi, semua (murid) harus pindah ke sekolah terdekat. Jangan sampai terjadi hal-hal yang tak diinginkan. Meskipun konsekuensinya murid-murid harus belajar pada petang hari mengingat pada pagi harinya gedung digunakan untuk KBM SDN 24 Kramatjati," kata Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Taufik Yudi Mulyanto, kepada wartawan, Kamis (18/7).

Dikatakan Taufik, rehabilitasi total SDN 27 Kramatjati harus dilakukan karena bangunannya yang sudah tak layak pakai. Sejak dibangun sekitar tahun 1986, gedung baru dapat menjalani rehab berat pada tahun 2001. Itupun atapnya hanya menggunakan kayu, bukan baja ringan.

"Sehingga kayu-kayu itu lambat laun termakan usia dan dirayap. Saya sudah cek tadi malam, memang gedung ini sudah masuk data yang akan direhab total," katanya.

Karena dimakan rayap itulah atap menjadi rapuh dan sebagiannya ambrol. Kondisi ini diikuti oleh struktur bangunan lainnya.

Terkait rehabilitasi total SDN 27 Kramatjati, Kepala Bidang Sarana dan Prasaran Dinas Pendidikan DKI, Didi Sugandhi, mengatakan, jika melihat usia bangunan yang hampir 30 tahun, sudah selayaknya direhab total. Untuk itu, pihaknya telah menganggarkan dana sekitar Rp 8 miliar untuk merehab sekolah.

"Untuk SDN Kramatjati 27, perencanaan rehab total dibuat pada tahun 2013. Kemudian pelaksanaannya menjadi skala prioritas tahun 2014, dengan etimasi anggaran sekitar Rp 8 miliar. Bangunan akan dibuat standar dua lantai," kata Didi.

Didi menambahkan, melihat luas lahan hingga 7.000 meter persegi, gedung SDN 27 Kramatjati bisa dibangun 3 lantai.   Namun, karena arealnya masuk kawasan Halim Perdana Kusuma maka tak diperbolehkan tiga lantai. Dikhawatirkan bangunan tinggi akan mengganggu radiasi sistem navigasi penerbangan.

Diberitakan, kondisi bangunan sekolah yang rapuh dan sudah tak layak digunakan sebagai sarana KBM terjadi di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 27 Kramatjati Pagi, Jakarta Timur. Para murid harus mengikuti KBM dengan perasaan was-was, karena atap bangunan yang rawan ambruk. Bahkan, sejak Selasa (16/7), puluhan murid kelas VI terpaksa mengikuti KBM di Mushala yang masih berada di area sekolah, setelah asbes di bagian tengah Ruang Guru ambruk sehari sebelumnya.  

Untuk menghindari hal yang tak diinginkan, ratusan murid di kelas lainnya, rencananya akan menumpang di SDN 24 Kramatjati Pagi yang berada tak jauh dari sekolah sebelumnya untuk sementara waktu. [F-5]





Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!