SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Jumat, 31 Oktober 2014
BS logo

Sengketa Tanah, Kepala Pria Warga Redon Tena Putus Dipenggal
Rabu, 3 Juli 2013 | 15:09

perang tanding yang terjadi sebelumnya di Adonara kabupaten Flotim, Provinsi NTT perang tanding yang terjadi sebelumnya di Adonara kabupaten Flotim, Provinsi NTT

[KUPANG] Sengketa tanah perbatasan antara warga Desa Redon Tena dan Adobala, Kecamatan Kelubagolit, Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali bergejolak sejak,  Senin (1/7), akibat pria yang bernama, Zainudin Galo Mitan (67) warga Redon Tena, kepala dan kedua telapak kaki dan tangan putus dipenggal.  

Usai Zainudin Galo Mitan dipotong, kepalanya langsung dibawa ke Desa Adobala dan badan korban dibiarkan tergeletak di kebun, wilayah sengketa dua desa tersebut.  

Kapolres Flores Timur (Flotim), AKBP Wahyu Prihatmaka, yang dihubungi melalui telepon selularnya, Rabu (3/7) membenarkan kasus tersebut dan saat ini aparat dari Kepolisian dan TNI masih berada di kedua desa itu untuk melakukan pengamanan, jika kembali terjadi perang tanding sejak tahun 1980 itu.  

AKBP Wahyu Prihatmaka, mengatakan, sejumlah anggota dari Kepolisian di bantu oleh TNI masih melakukan penjagaan secara ketat di desa Redon Tena dan desa Adobala untuk menghidari terjadinya kerusuhan susulan, yang mengakibatkan kerugian bagi masyarakat di daerah itu, kata Kapolres Flores Timur, AKBP Wahyu Prihatmaka.  

Secara terpisah Kepala Desa Redon Tena, Ambros Kopong, yang dihubungi, telepon membenarkan peristiwa itu kembali terjadi wilayah perbatasan dua desa itu. Namun ia enggan berkomentar soal peristiwa yang sebenarnya sebab aparat keamanan sudah mengambil alih kasus tersebut. "Benar ada peristiwa  itu," kata Ambros.  

Sedangkan Anggota DPRD Kabupaten Flotim, Agus Boli, mengatakan kepada wartawan, pada saat yang sama ada dua orang warga Adobala ke kebun hendak memetik bawang, sementara dalam waktu yang sama itu seorang lelaki dari Redon Tena juga turun ke kebun yang sama yang merupakan lokasi konflik untuk memetik kelapa.  

Beberapa saat kemudian, kata Agus, laki-laki yang naik pohon kelapa itu bersimbah darah. Diduga telapak kaki dan tangan korban ditembak sehingga korban terjatuh dan kepalanya  dipenggal hingga putus. "Kepalanya dipotong lalu dibawa ke Kampung Adobala," kata Agus.  

Sekda Flotim, Antonius Tonce Matutina, kepada SP melalui telepon dari Larantukan, mengatakan, mengenai isu dan informasi yang berkembang di di Flores Timur, bahwa terjadi perang tanding adalah tidak benar. Kejadian yang terjadi adalah merupakan tindakan pidana murni,  Pembunuhan karena sakit hati dan ingin balas dendam, kata Sekda Flotim, Antonius Tonce Matutina.  

“Kondisi dikedua Desa itu sudah aman namun masih dijaga oleh ratusan anggota Brimop dan Sabhara serta Anggota TNI, untuk menjaga jikalau terjadi kerusuhan balasan dari Desa Redon Tena,” kata Matutina.  

Kapolda NTT, Brigjen Pol Drs I Ketut Untung Yoga Ana, mengatakan, Dirinya telah menempatkan satu kompi Brigadir Mobil (Brimop) dan satuan setingkat pleton Sabhara, serse dan intel untuk menjaga kedua desa itu.  

I Ketut Untung Yoga Ana, meminta agar pemerintah dapat menyelesaikan sengketa wilayah perbatasan di desa Redon Tena dan desa Adobala kecamatan Klubagolit pasca pemotongan kepala Zainudin itu. sedangkan kasus tersebut saat ini sudah ditangani aparat kepolisian. Jelas  I Ketut Untung Yoga Ana.   (Yos).




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!