SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Jumat, 31 Oktober 2014
BS logo

Serikat Pekerja Spanyol Ancam Mogok Massal
Kamis, 29 Maret 2012 | 10:56

Seorang pria mencari makanan sisa di bak sampah di Kota Madrid, Selasa (27/3). Banyak toko membuang makanan sisa ketika mereka tutup setiap malam [AP]
Seorang pria mencari makanan sisa di bak sampah di Kota Madrid, Selasa (27/3). Banyak toko membuang makanan sisa ketika mereka tutup setiap malam [AP]

[MADRID] Serikat pekerja Spanyol sedang membuat persiapan akhir untuk mengadakan pemogokan massal pada Kamis (29/3) untuk memprotes kebijakan konservatif pemerintah soal reformasi aturan tenaga kerja dan pemotongan anggaran demi penghematan. Spanyol makin tenggelam dalam krisis setelah angka pengangguran mencapai 23 persen dan terjerat utang.

Pemogokan digelar satu hari sebelum pemerintah memperkenalkan anggaran belanja 2012 pada Jumat (30/3), dengan tujuan mengurangi defisit Spanyol menjadi 5,3% dari produk domestik bruto tahun ini, atau sampai 3% tahun depan, untuk memenuhi persyaratan Uni Eropa.

Jika terealisasi, aksi ini akan menjadi pemogokan umum pertama terhadap pemerintah Perdana Menteri Mariano Rajoy, yang terpilih pada November 2011 dan mulai menjabat pada Desember. Aksi mogok kerja justru terjadi di tengah-tengah krisis ekonomi mendalam Spanyol.

Pemimpin dari dua serikat pekerja besar yakni UGT yang berhaluan sosialis dan CCOO yang berhaluan komunis sudah berada di pusat kota Madrid yakni Plaza Puerta del Sol pada Rabu malam untuk bertemu dengan para petugas serikat yang kemudian akan menyebar di seluruh ibukota, sementara petugas lain menyebar di seluruh wilayah.

Para serikat pekerja diharapkan dapat melumpuhkan transportasi umum dan industri besar pada dini hari saat pemogokan. Upaya itu dilakukan dengan mengajak pekerja berhenti kerja sementara atau melalui petugas serikat membujuk orang yang mencoba untuk pergi bekerja dan meminta mereka untuk bergabung dengan pemogokan.

Pemogokan umum terakhir, pada September 2010 yang menentang pemerintah kemudian-Sosialis, sebenarnya juga telah memulai langkah-langkah penghematan. Pemogokan memang menghambat industri dan transportasi, tetapi banyak warga akan tetap pergi bekerja dan banyak analis melihatnya sebagai semacam kekuatan imbang antara pemerintah dan serikat pekerja.

Pemerintah sudah menyetujui paket potongan penghematan senilai US$ 20 miliar  atau 15 miliar euro dan kenaikan pajak untuk mengurangi defisit. Pada Jumat (30/3), diharapkan pemerintah mengumumkan paket kedua dengan ukuran yang sama atau lebih besar. Kritikus pemerintah menyatakan hal itu akan menjadi kebijakan pertama kalinya pemerintah benar-benar menunjukkan campur tangan untuk membuat pemotongan dalam program dan lembaga tertentu.

Analis ekonomi menilai reformasi adalah kunci untuk pertumbuhan ekonomi. Saat ini, banyak sektor yang belum digarap termasuk pariwisata. Kini, krisis ekonomi telah semakin dalam. Tingkat pengangguran Spanyol hampir mencapai 23% secara keseluruhan, dan hampir 50% adalah golongan usia produktif. Dapat dikatakan, hampir 5,3 juta orang Spanyol tidak memiliki pekerjaan.

Aksi serikat pekerja pada baru-baru ini cukup mampu mengumpulkan massa dalam jumlah besar. Dengan kondisi ini, analis memperkirakan serikat pekerja cukup berani untuk tetap menggelar pemogokan massal.

Di sisi lain, pemerintah menyatakan reformasi tenaga kerja terbaru sangat dibutuhkan dalam membawa fleksibilitas untuk tempat kerja dan untuk menyederhanakan aturan bagi pengusaha. Tapi serikat justru menilai dampaknya justru akan membuat pengusaha  lebih mudah dan lebih murah untuk memecat pekerja.

Tema pemogokan serikat adalah: "Mereka ingin mengakhiri hak-hak buruh dan sosial dan menyelesaikan segalanya. Di pasar ikan grosir MercaMadrid, salah satu yang terbesar di Eropa, seorang pedagang bernama Alfonso Mozos, yang mempekerjakan 120 orang, mengatakan mogok massal bukan tindakan baik.

"Akan lebih baik jika serikat pekerja, pemerintah dan pengusaha akan berunding dan menemukan solusi," katanya.

Petugas serikat diharapkan berjaga di pintu masuk ke pasar yang luas di sebelah selatan Madrid, untuk mengajak pekerja mogok massal. Tetapi beberapa karyawan mengatakan mereka berencana tetap bekerja meskipun ada pemogokan massal.

"Jika majikan membeli ikan dan kami harus datang, kami akan datang. Tapi kalau petugas serikat di luar tidak akan membiarkan kami masuk, kami hanya harus menunggu, atau mungkin pulang," kata Pedro Marin, seorang pekerja di pasar grosir.

Warga Spanyol lainnya, yang telah melihat gaji mereka dipotong atau dibekukan dalam krisis ekonomi, masih berdebat soal rencana pemogokan. Jika keluar berdemo, mereka akan kehilangan upah sehari. Sementara bagi pegawai pemerintah, itu bisa mencapai beberapa ratus dolar. [CNN/U-5]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!