SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Sabtu, 25 Oktober 2014
BS logo

Serka Heru Santoso ke Hugo's Cafe Diklaim untuk Tugas
Jumat, 5 April 2013 | 15:33

Hugo Hugo's Cafe Yogyakarta [google]

[JAKARTA] Penyerangan yang dilakukan 11 anggota Grup II Kandang Menjangan Komando Pasukan Khusus (Kopassus) ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cebongan dipicu jiwa korsa untuk membela kehormatan kesatuan setelah mendengar anggota Kopassus Serka Heru Santoso tewas dikeroyok oleh sekelompok orang di Hugos Cafe, beberapa hari sebelumnya, yakni Selasa (19/3).

Lalu, apa keperluan Serka Heru Santoso di kafe?

Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus, Mayjen TNI Agus Sutomo mengungkapkan, kehadiran Serka Heru di kafe itu sedang menjalankan tugas intelijen. Serka Heru menurut Agus sedang mengumpulkan informasi untuk diserahkan dalam Rapat Koordinasi Intel Daerah (Rakominda) bersama intel dari Kodam, dan Korem setempat.

"Serka Heru itu orang intel. Di wilayah kan ada intel dari Kodam, Korim, jadi Kopassus karena posisinya di Jawa Tengah termasuk ke dalam komuniti intel itu, yang tergabung dalam Rakominda. Itu nanti informasinya dihimpun dan akan diserahkan. Jadi pada waktu itu dia sedang tugas, gak ada main-main," kata Agus usai mengikuti kegiatan bersih-bersih Kali Ciliwung di Lapangan Tembak Rama Shinta Markas Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur, Jumat (5/4).

Agus mengaku kehilangan salah satu prajuritnya itu. Selain dikenal sebagai prajurit baik, Serka Heru juga dikenal sebagai prajurit yang berprestasi.

"Anaknya baik sekali, tidak pernah minum, termasuk prajurit yang berprestasi. Makanya di satu sisi saya sangat merasa kehilangan," katanya.

Seperti diketahui di Hugos Cafe itu, Serka Heru dikeroyok hingga tewas oleh setidaknya empat orang yang kemudian dititipkan Polda Yogyakarta di Lapas Cebongan. Pada Sabtu 23 Maret lalu, 11 anggota pasukan elite Kopassus menyerang Lapas yang berada di daerah Sleman itu. Penyerangan ini menewaskan empat tahanan yang diketahui kemudian bernama Dicky Sahetapy, Dedi, Aldi, dan Johan.

TNI Angkatan Darat mengakui bahwa anggota pasukan elite Kopassus terlibat dalam penyerangan ke Lembaga Pemasyarakatan Cebongan di Yogyakarta tanggal 23 Maret lalu yang mengakibatkan tewasnya empat orang tahanan. Dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (4/4) Brigjen. Unggul K. Yudhoyono yang memimpin tim investigasi dengan tegas mengatakan keterlibatan tentara.

"Secara ksatria serangan 23 Maret 2013 yang terjadi pukul 00:15 WIB diakui dilakukan oleh oknum TNI Angkatan Darat, dalam hal ini anggota Kopassus group dua Kartasura, yang menyebabkan tewasnya empat 'preman'," kata Unggul.

Lebih lanjut disebutkan olehnya personil yang terlibat berjumlah 11 orang dengan enam pucuk senjata, sebagian besar jenis AK 47, dan mendatangi lokasi naik Toyota Avanza dan Suzuki AVP.

Di antara mereka, "satu orang sebagai eksekutor," kata Unggul.

Sebelumnya TNI AD telah menunjuk sembilan perwira untuk melakukan investigasi penyerangan LP Cebongan. Tim ini dipimpin oleh Unggul, yang merupakan Wakil Komandan Pusat POM.

Menurutnya, motif tindakan karena rasa korsa terhadap Kopasus, terutama setelah rekan mereka Serka Heru Santoso dibunuh secara keji dan sadis oleh preman. [F-5]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!