SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Kamis, 23 Oktober 2014
BS logo

Sinematek Ubah 29 Film Lawas ke Format Digital
Rabu, 3 April 2013 | 11:18

Salah satu adegan film November 1828 [Dok SP] Salah satu adegan film November 1828 [Dok SP]

[JAKARTA] Lembaga arsip film nasional, Sinematek, bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melakukan proses pengubahan format 29 film lawas, dari format seluloid ke dalam format digital. Proses digitalisasi ini bertujuan untuk melestarikan film-film Indonesia yang hadir sejak dekade 20-an. Selain itu, dengan perubahan format dari seluloid menjadi digital, masyarakat akan lebih mudah mencari data dan menyaksikan film-film dari masa lampau.  

Dalam proses penyerahan 29 film lawas yang sudah mengalami digitalisasi, Selasa (2/4) di Pusat Perfilman Haji Usmar Ismail, Jakarta, Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Wiendu Nuryati menyatakan, langkah itu awal dari proses digitalisasi keseluruhan arsip film yang ada dalam koleksi Sinematek. Rencananya, proses digitalisasi ini akan terus dilakukan hingga lima tahun ke depan.  

Menurut Wiendu, pemerintah menganggarkan sekitar Rp 250 miliar untuk tahap pertama program ini. Ia berharap, akses masyarakat dengan koleksi film Sinematek akan lebih mudah dan semakin bisa menghidupkan perfilman nasional.  

“Tujuannya supaya Sinematek dan arsip film Indonesia bisa sedekat mungkin dengan masyarakat. Dengan begitu, akan tumbuh penelitian-penelitian dalam perfilman. Itu adalah kunci untuk meningkatkan kualitas film. Sebab, film yang dibuat berdasarkan riset adalah film yang berkualitas,” ujarnya.  

Namun, tidak semua film akan diubah ke dalam format digital. Wiendu menyatakan, ada empat persyaratan untuk film-film yang akan digitalisasi. Pertama, film yang memiliki bobot pada zamannya. Ini bisa ditunjukkan melalui penghargaan yang diterima film tersebut di dalam maupun luar negeri.  

Kedua
, film yang mewakili fenomena tertentu pada zamannya. Ketiga, film yang memiliki kelangkaan atau keunikan sebagai suatu karya seni. Keempat, film yang bisa menjadi inspirasi atau mempengaruhi pada bidang-bidang tertentu.  

Ketua SinematekAdisoerya Abdi mengungkapkan, proses digitalisasi memang tak bisa dihindari karena adanya tuntutan zaman. Selain lebih up to date, film berformat seluloid juga membutuhkan perawatan yang cukup mahal.  

“Kami menyikapi kondisi kekinian, yakni teknologi berbasis komputer dan internet. Selama ini, kalau mau nonton masih pake VHS atau Betamax. Pilih film secara manual. Kali ini data film dimuat dalam server. Cukup pilih menu, klik judul, bisa langsung nonton,” jelasnya.  

Sistem Baru Selain meremajakan program pengarsipan, Sinematek juga tengah mempersiapkan sistem baru yang memungkinkan film-film koleksinya bisa dinikmati lewat perangkat komunikasi tanpa kabel. "Kami sedang persiapkan sistem agar bisa disaksikan dimana saja, dengan perangkat gadget apa saja. Butuh empat bulan untuk siapkan sistem itu. Namun dengan sistem itu, film-film tidak bisa di-download karena Sinematek tidak memegang hak ciptanya," lanjut Adi.  

Sementara menurut Taufik yang melakukan keseluruhan proses pengubahan format film-film Sinematek, digitalisasi adalah cara terbaik untuk mempertahankan kualitas gambar.  

“Dari format seluloid memang pernah diubah ke format betacam atau DVD, tapi kualitasnya rendah. Sebab, format betacam dan DVD tidak bisa menampilkan keseluruhan warna yang ada dalam format seluloid. Sementara format digital memiliki kualitas yang sama dengan seluloid. Untuk menyimpan arsip, kita harus memperhitungkan kekuatan formatnya. Dengan digital, setidaknya akan bisa tahan selama 100 tahun,” jelasnya. [D-10]  

Daftar Judul 29 Film yang Didigitalisasi Sinematek
 
1. Tie Pat Kai Kawin (1935)
2. Antara Bumi dan Langit
3. Darah Dan Doa (The Long March)
4. Pagar Kawat Berduri
5. Violeta
6. Penjeberangan
7. Matjan Kemajoran
8. Dibalik Tjahaja Gemerlapan
9. Nji Ronggeng
10. Apa Jang Kau Tjari Palupi
11. Si Pitung
12. Wadjah Seorang Laki-laki
13. Si Doel Anak Betawi
14. Ambisi
15. Atheis
16. Senyum Di Pagi Bulan Desember
17. Jakarta Jakarta
18. November 1828
19. Pengemis dan Tukang Becak
20. Sorta
21. Halimun
22. Kembang Kertas
23. Matahari Matahari
24. Beri Aku Waktu
25. Ibunda
26. Naga Bonar
27. Nyoman Cinta Merah Putih
28. Ramadhan dan Ramona
29. Fatahillah  




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!