SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Kamis, 23 Oktober 2014
BS logo

Sopir Maut Apriani Bawa Mobil dengan Kecepatan 89,28 Km/Jam
Selasa, 31 Januari 2012 | 11:15

Mobil yang dibawa Afriani Susanti diamankan polisi [sindonews] Mobil yang dibawa Afriani Susanti diamankan polisi [sindonews]

[JAKARTA] Pakar telematika dan telekomunikasi Roy Suryo mengatakan, mobil yang menewaskan sembilan orang di Tugu Tani, Jakarta Pusat, 22 Januari lalu, melaju dengan kecepatan mencapai 89,28 km per jam.  

Dikatakan, pengungkapan kecepatan kendaraan yang dikemudikan Apriani Susanti tersebut atas permintaan Kasubditgakum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro. Peran Roy sebagai saksi ahli dari pihak Kepolisian untuk menganalisis CCTV yang merekam kejadian tersebut.  

“Dalam CCTV, kami temukan fakta dalam tempo 1,5 detik pengemudi Xenia tersebut bisa menempuh jarak 12,4 meter yang dikonversikan dengan rekaman tersebut. Penelitian itu kami lakukan langsung di lapangan atau lokasi kejadian peristiwa kawasan Tugu Tani dengan mengukur point-of-view dari CCTV dan median jalan ketika Xenia tersebut terlihat berdasar durasi-nya,” kata Roy kepada SP, Selasa (31/1) pagi.  

Demikian hasil analisis ilmiah Roy tentang kecepatan mobil. Kecepatan yang diungkap Roy jauh berbeda dengan pernyataan tersangka Afriyani yang menjelaskan bahwa kecepatan mobil yang dikemudikan tersebut hanya 40 km/jam.  

Pemeriksaan kasus tabrakan maut tersebut telah ditemukan kecocokan terkait penggunaan narkoba. Keempat orang yang berada dalam mobil tersebut, Afriyani (29), Adistria Putri Grani (26), Deny Mulyana (30), dan Arisendi (34) masing-masing mengaku telah menenggak minuman keras dan membeli sampai membagikan pil ekstasi.  

Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Kombes Pol Nugroho membenarkan adanya kecocokan keterangan tersangka dan saksi dikonfrontasi terkait penggunaan narkoba. “Namun, saat ini kami masih menggelar kasus tersebut,” kata Nugroho kepada SP, Selasa.  
Sebagaimana diketahui, Afriyani dkk sebelum menabrak para korban tersebut sempat pesta minuman keras di sebuah kafe kawasan Kemang Jakarta Selatan.   Keempat tersangka tersebut juga melanjutkan acara dugem dengan membeli sekaligus mengkonsumsi narkoba di diskotik Std kawasan Jakarta Pusat.  

Ciri bandar pil ekstasi yang menjual barang haram tersebut juga telah diketahui petugas. Selain penyidik Polda Metro juga akan menggelar rekonstruksi kecelakaan mulai dari saat pesta narkoba sampai menabrak. [G-5]

   




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!