SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Kamis, 23 Oktober 2014
BS logo

Sudah Tertunda, Soal UN di Bali Juga Kurang
Kamis, 18 April 2013 | 10:44

Ilustrasi ujian nasional [google] Ilustrasi ujian nasional [google]

[DENPASAR] Secara umum pelaksanaan Ujian nasional (UN) di Bali yang sempat tertunda dan diikuti  50.985 siswa Kamis (18/4) hari ini berjalan aman dan lancar. Namun demikian, dalam pelaksanaan masih saja terjadi kalau ada sekolah yang kekurangan soal sehingga masalah tersebut diatasi dengan cara memfotocopy soal aslinya.

“Secara umum UN sudah berjjalan lancer dan semua sekolah sudah memndapatkan distribusi soal. Hanya saja dalam pelaksanaan ada kekurangan seperti soal ujian. Kekurangan soal tersebut terjadi SMA Dwijendra Denpasar,” ujar Kepala Dinas Pendidikandan Olah Raga (Disdikpora) AA Gde Suarjaya di sela-sela pemantauan UN bersama Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra dan Kadisdikpora Denpasar, IGN Edy Mulay, Kamis (18/4).

Menurut Suarjaya, jika terjadi kekurangan soal sesuai denganSE Mendikbud diperbolehkan melakukan fotocopy sehingga pelaksanaan UN tetap bisa dilaksanakan. Kendati akibat kekurangan soal tersebut, pelaksanaan ujianterpaksa ditunda karena menunggu foto copy selesai. “Khusus untuk Bali kami sudah mengintruksikan supaya petunjuk dari Mendikbud bias diikuti kalau sekolah tersebut kekurangan soal,” katanya.

Selain ada kekurangan soal lanjut Suarjaya, pihaknya juga menemukan sejumlah naskah soal UN untuk Kota Makassar, Sulawesi Selatan dan Kota Baubau, Sulawesi Tenggara  nyasar ke Bali. ''Kami memang sempat menerima naskah soal UN untuk provinsi lain. Begitu tahu soal itu bukan untuk Bali, kami secepatnya melaporkannya. Kalau tidak salah pihak percetakan hari ini Kamis (18/4) akan  mendistribusikan soal tersebut,'' ujarnya.

Ditanya mengenai soal apa yang nyasar tiba di Bali tersebut, Suarjaya mengatakan, pihaknya tidak mengenathui sola ujian mata pelajaran apa karena sifatnya rahasia dan tidak bernai membukanya. “Kami juga mendengar kalau soal UN dari Bali ada yang nyasar ke Makasar dan kami tidak tahu soal apa. Mudah-mudahan tidak soal yang diujikan besok (Jumat 19/4),” tegas Suarjaya.

Sementara Koordinator TKP UN Provinsi Bali Prof Dr dr I Made Bakta, SpPD (KHOM) didampingi Sekretaris I Wayan Antara, SE, MM mengaku sempat merasa waswas lantaran lewat tengah hari belum menerima naskah soal dalam kondisi lengkap.

Sejumlah sekolah yang naskah soal UN-nya datang paling terakhir di antaranya SMAN 8 Denpasar, SMA PGRI 4 Denpasar, SMAN 1 Tegallalang dan SMAN 1 Blahbatuh Ia berharap, kekisruhan pendistribusian naskah soal UN ini tidak berlanjut pada pelaksanaan UN hari ini. Meskipun naskah UN untuk seluruh sekolah di Bali sudah terima, tidak tertutup kemungkinan di dalam amplop yang tersegel terdapat sejumlah lembaran soal yang kondisinya tidak lengkap atau rusak.

''Jika dalam pelaksanaan UN nanti tetap ada kekuarangan soal memang diperkenankan menggunakan soal yang difotokopi,'' tegasnya.

Sementara itu dari pantauan SP, khusus untuk UN di Denpasar, pelaksanaan berlangsung lancar dan tidak ada masalah terkait soal ujian. Justru yang terjadi ada seorang siswa di SMA Kerta Wisata yang tengah hamil tidak hadir atau batal mengikuti UN.

“Kami tidak tahu apa yang menyebabkan siswi bersangkutan tidak datang. Sebab,  sesuai dengan petunjuk dari Mendikbud siswi hamil diperbolehkan mengikuti UN. Bisa jadi mereka malu,” ujar Kepala Disdikporan Kota Denpasar, Edy Mulya. [137]      




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!