SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Selasa, 21 Oktober 2014
BS logo

Suku Pedalaman Filipina Tak Lagi Bersahabat dengan Buaya
Rabu, 12 Oktober 2011 | 11:34

Buaya raksasa yang ditangkap di Filipina [AP] Buaya raksasa yang ditangkap di Filipina [AP]

[BUNAWAN] Di pedalaman Filipina, suku-suku tradisional di sana pernah menganggap buaya sebagai hewan mistis, dan bahkan sahabat. Kini pandangan itu telah berubah seiring berjalannya waktu. Para suku-suku itu kini menganggap buaya sama seperti teroris, yang sewaktu-waktu bisa menyerang mereka.

Perubahan cara pandang terhadap hewan buas ini terjadi setelah berbagai laporan masuk hanya dalam beberapa bulan lalu, terkait serangan buaya terhadap manusia dan hewan ternak. Bahkan bulan lalu, pihak Filipina berhasil menangkap buaya sepanjang enam meter, yang disebut-sebut sebagai buaya terbesar di dunia yang pernah ditangkap.

 “Ada waktu saat buaya berenang mendekati perahu kami. Tak ada perasaan takut saat mereka mendekat, karena buaya akan segera menyingkir ketika kami membuat suara gaduh,” ungkap Rudy Ayala salah satu kepala suku Manobo yang tinggal di kawasan selatan Filipina, baru-baru ini.

 “Sekarang buaya menjadi berbahaya, dan mereka bahkan makan hewan ternak dan menyerang manusia. Buaya yang paling besar tampaknya harus dipindahkan, karena mereka sepertinya sudah tahu bagaimana rasa enaknya daging manusia,” ungkap Ayala yang merupakan kepala suku dari lebih 100 orang yang tinggal di rumah kayu di kawasan teluk Mihaba. [L-9]      




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!