SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Sabtu, 25 Oktober 2014
BS logo

Untuk Jerat Abu Bakar Baasyir

Tauhid Wal Jihad Beda dengan JAT dan MII
Senin, 16 Mei 2011 | 9:39

Abu Bakar Baasyir menunggu sidang dengan agenda pembacaan tuntutan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (Foto: SP/Joanito Joao De Saojoao) Abu Bakar Baasyir menunggu sidang dengan agenda pembacaan tuntutan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (Foto: SP/Joanito Joao De Saojoao)

[JAKARTA] Mantan aktivis Negara Islam Indonesia (NII) Umar Abduh mengatakan Tauhid Wal Jihad adalah kelompok yang dibentuk oleh Aman Abdul Rahman dan berbeda dengan Jamaah Anshorut Tauhid (JAT) ataupun Majelis Mujahidin Indonesia (MMI).

“Tauhid Wal Jihad adalah kelompok yang mengkafirkan orang. Sehingga, berbeda dengan JAT yang tidak melakukan itu (mengkafirkan orang),” kata pria yang pernah menjadi instruktur perakit bom Poso ini kepada SP, Senin (16/5) pagi.

Hanya saja, Umar mengakui bahwa anggota kelompok Tauhid Wal Jihad dikumpulkan atau direkrut oleh Aman Abdul Rahman dari mantan anggota Front Pembela Islam (FPI) dan JAT yang tidak puas dengan kelompok mereka masing-masing.

Tetapi, Umar mengungkapkan ada upaya dari Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror dan juga kepolisian untuk mengarahkan kelompok Tauhid Wal Jihad ke arah JAT. Tujuannya supaya bisa digunakan untuk menjerat Abu Bakar Baasyir dalam tindak pidana terorisme.

“Kelompok ini (Tauhid Wal Jihad) adalah kelompok kecil yang wilayahnya hanya sekitar Jawa Tengah, sebagian kecil di Jawa Barat dan Jawa Timur,” ungkap Umar.

Lebih lanjut Umar menyesalkan tindakan kepolisian ataupun Densus 88 yang terkesan mengkondisikan situasi teror di masyarakat. Sebab, mereka cenderung tidak mampu memetakan kelompok-kelompok radikal di masyarakat.

“Mantan Kapolri Jenderal Polisi Bambang Hendarso Danuri (BHD) dulu pernah mengatakan telah mengambil gambar kegiatan para teroris, tetapi mengapa tidak ditangkap. Bahkan, tidak ada struktur lengkap kelompok terorisme tersebut. Sehingga, terkesan situasi tersebut cenderung sengaja dikondisikan oleh Densus 88 dan kepolisian,” ungkap Umar. [N-8]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!