SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Kamis, 23 Oktober 2014
BS logo

Tentara Belanda Yang Tolak Perang Di Indonesia Minta Keadilan
Rabu, 15 Mei 2013 | 9:14

Tentara Belanda ketika menjajah Indonesia selama 350 tahun. [Google] Tentara Belanda ketika menjajah Indonesia selama 350 tahun. [Google]

[AMSTERDAM] Dua warga Belanda yang dipenjara pada 1940-an karena menolak berperang melawan Indonesia meminta Mahkamah Agung memulihkan nama baik mereka.  

Liesbeth Zegveld, pengacara Johannes van Luyn dan Jan Massen, mengatakan, mereka menolak karena tidak ingin terlibat dalam apa yang disebut sebagai kejahatan perang.

"Namun akibat penolakan tersebut mereka (Van Luyn dan Massen) dianggap sebagai pengkhianat," kata Zegveld di Mahkamah Agung di Den Haag, seperti dikutip kantor berita AFP.  

Zegveld meminta agar vonis mahkamah militer yang dulu dikeluarkan untuk Van Luyn (87 tahun) dan Massen (84 tahun) dibatalkan.  

Ketika itu mahkamah militer menjatuhkan hukuman antara dua hingga tiga tahun karena Van Luyn dan Massen menolak ditugaskan di Indonesia.  

Sekarang Van Luyn dan Massen mendesak pemerintah agar mengakui bahwa perintah pada tahun 1940-an tersebut keliru dan meminta MA membatalkan keputusan tersebut didasarkan pada bukti baru atau novum.  

"Pada saat itu, hakim pengadilan militer tidak memahami skala kejahatan perang (yang terjadi di Indonesia) yang dilakukan tentara Belanda," kata Zegveld kepada majelis hakim di MA.  

Ia menjelaskan kliennya tidak menginginkan ganti rugi. "Yang kami inginkan adalah nama baik mereka dipulihkan dan pemerintah mengakui ada kesalahan dalam vonis sebelumnya," kata Zegveld. [BBC/L-8]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!