SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Selasa, 23 Desember 2014
BS logo

Diisukan karena Menolak Pemekaran

Terjebak Macet di Jakarta, Bupati Mappi Gagal Dampingi Mensos
Sabtu, 24 November 2012 | 16:46

Bupati Kabupaten Mappi, Papua Stefanus Kaisma [google] Bupati Kabupaten Mappi, Papua Stefanus Kaisma [google]

[JAKARTA] Gara-gara terjebak macet dan banjir berjam-jam di sejumlah akses jalan dari Jakarta menuju Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Bupati Kabupaten Mappi, Papua Stefanus Kaisma gagal mendampingi Menteri Sosial Salim Segaf Al-JufriAl-Jufri berkunjung ke Kampung Basman, Distrik Tizain, Kabupaten Mappi, Jumat (23/11).

Belakangan, malah merebak isu dari sejumlah pihak bahwa ketidakhadiran Stefanus mendampingi Mensos dan rombongan dari Jakarta karena penolakannya terhadap pemekaran Distrik Tizain dan Muara Digoel dari Kabupaten Mappi. “Isu itu tidak benar. Sama sekali tidak ada hubungan dengan pemekaran. Saya tidak bisa mendampingi Pak Menteri karena memang terjebak macet di Jakarta, sehingga saya ketinggalan pesawat,” ujar Stefanus kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (24/11) siang.

Stefanus berada di Jakarta sejak Rabu (21/11) malam untuk keperluan dinas. Lalu, pada Kamis (22/11) sekitar pukul 18.30 WIB, Stefanus bersama sopir berangkat dari hotel di Jl Gunung Sahari, Jakarta Pusat, menuju Bandara Soekarno-Hatta untuk mengejar penerbangan Merpati Nusantara Airlines (MNA) ke Merauke pukul 21.30 WIB.

Ternyata, karena hujan lebat dan sejumlah jalan di Ibukota tergenang banjir, terjadi kemacetan parah di seluruh akses jalan menuju bandara. Akibatnya, Stefanus tiba di bandara sekitar pukul 22.00 WIB. Ternyata, pesawat sudah berangkat. Penerbangan ke Merauke berikutnya adalah keesokan harinya untuk jam yang sama. “Tiga jam lebih saya terjebak di jalan. Saya tidak bisa berbuat apa-apa, karena macet di mana-mana. Karena itu, saya mohon maaf kepada Bapak Menteri Sosial dan rombongan termasuk pejabat dari istana dan Provinsi Papua yang hadir dalam kegiatan di wilayah kami,” ujarnya.

Soal pemekaran, Stefanus menilai hal itu kasus berbeda, tidak ada hubungannya dengan acara Mensos. Menurutnya, soal usulan pemekaran bisa dilakukan sesuai prosedur yang ada. Dan ia tidak pernah menghalangi upaya itu. Bahkan, dua bulan lalu Stefanus mengaku tetap membicarakan soal pemekaran Distrik Taizin dan Muara Digoel dengan Komisi II DPR di Senayan. “Semuanya ditempuh sesuai aturan yang ada. Tetapi memang, secara pribadi saya tidak setuju dengan pemekaran itu. Sebab, daerah yang dimekarkan belum siap. SDM di sana belum ada yang setingkat dengan eselon tiga sekalipun,” kata dia.

Menurut Stefanus, selain untuk mempersingkat rentang birokrasi, tujuan pemekaran adalah meningkatkan peran putra daerah. Persoalannya, di dua distrik itu, belum ada putra daerah yang sanggup. Jika dimekarkan, daerah itu hanya akan “dikuasai” oleh yang bukan putra daerah.

Dijelaskan, ia sangat ingin mendampingi Mensos saat berkunjung ke Kampung Basman di Tizain. Daerah itu merupakan daerah miskin yang akan dibantu Kementerian Sosial. Karena itu, ia sangat senang dengan kehadiran Mensos di kampung itu. Mensos mendatangi kampung itu dengan helikopter milik TNI AU dan bertemu warga setempat sekitar dua jam. Setelah itu berkunjung ke sejumlah wilayah lain di Papua. [Y-4]    




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!