SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Rabu, 29 Maret 2017
BS logo

Terkait Korupsi Presiden Korsel, Pewaris Samsung Ditahan
U-5 | Jumat, 17 Februari 2017 | 12:27

Pewaris Samsung Group t Lee Jae-Yong (tengah) meninggalkan sidang pengadilan Distrik Seoul, Korsel, Kamis (16/2) [AFP] Pewaris Samsung Group t Lee Jae-Yong (tengah) meninggalkan sidang pengadilan Distrik Seoul, Korsel, Kamis (16/2) [AFP]

[SEOUL] Lee Jae-Yong, ahli waris perusahaan raksasa Korea Selatan (Korsel) Samsung ditangkap aparat keamanan pada Jumat (17/2). Penahanan Lee merupakan bagian dari penyidikan kasus kriminal dugaan korupsi yang melibatkan Presiden nonaktif Park Geun-hye.

“Harus diakui bahwa adalah penyidik perlu untuk menangkap (Lee Jae-Yong) atas tuntutan pidana dan bukti baru,” kata juru bicara pengadilan dalam sebuah pernyataan.

Lee Jae-Yong, Wakil Direktur Samsung Electronics dituduh memberi dana suap sebesar US$ 40 juta untuk teman dekat Park, yang bisa memegaruhi kebijakan. Lee sudah hampir ditahan di pusat penahanan setelah muncul di pengadilan pada Kamis (16/2) saat hakim membahas rencana untuk mengeluarkan surat penahanan.

Lee, anak dari pemilik Grup Samsung Lee Kun-Hee, telah diperiksa beberapa kali atas dugaan keterlibatannya dalam skandal-yang telah mengguncang rakyat Korsel.

Pria berusia 48 tahun itu digambarkan sebagai tersangka penting dalam skandal. Lee sempat lolos dari upaya penahanan pada bulan llau, setelah pengadilan menyatakan tidak cukup bukti.

Tetapi pada Selasa (14/2), jaksa mengajukan permohonan penangkapan kedua setelah mereka mengumpulkan lebih banyak bukti dalam beberapa minggu terakhir.

Penangkapan Lee mengirimkan gelombang kejutan bagi perusahaan Samsung yang merupakan pemain utama dari ekonomi Korsel dan termasuk pembuat ponsel cerdas terbesar di dunia, Samsung Electronics.

Penangkapan Lee dilihat sebagai satu pukulan untuk Park yang masih berjuang di Mahkamah Konstitusi untuk membatalkan pemakzulan yang diajukan parlemen.

Mahkamah Konstitusi akan menyimpulkan keputusan pada minggu berikutnya atas kasus pemakzulan Park yakni pada 10 Maret 2017.

Jika MK mengesahkan pemakzulan Park, pilpres Korsel berikutnya harus digelar dalam 60 hari. Jika tidak, Park akan melanjutkan periode kepemimpinannya hingga Februari 2018. [AFP/U-5]




Kirim Komentar Anda


Pasang iklan disini via B1 Ads