SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Kamis, 27 November 2014
BS logo

Hasil Penelusuran BNP2TKI

Tiga TKI NTB Ditembak Oleh Lima Polisi
Jumat, 27 April 2012 | 9:23

Logo BNP2TKI. [Dok.SP] Logo BNP2TKI. [Dok.SP]

[JAKARTA] Hasil penelusuran Direktur Pengamanan Kedeputian Perlindungan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), Brigjen Pol Bambang Purwanto selama di Malaysia pada 24-25 April 2012¸ menemukan keterangan yang mengarah kepada fakta penembakan tiga TKI asal Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat memang telah diberondong peluru oleh lima polisi Malaysia.  

Hal itu disampaikan Bambang di Jakarta, Kamis (26/4) sore terkait kematian ketiga TKI secara sadis masing-masing Herman (34) dan Abdul Kadir (25), asal Dusun Pancor Kopong, Desa Pringgasela Selatan, Kecamatan Pringgasela, Lombok Timur, NTB serta Mad Noor (28) beralamat Dusun Gubuk Timur, Desa Pengadangan, Kecamatan Pringgasela, Lombok Timur.  

Untuk menelusuri prosedur penembakan tiga TKI yang tidak wajar itu, Bambang sempat mendatangi kepolisian di Malaysia dan mendapatkan keterangan akan segera diumumkan pihak berwenang di sana. “Mereka hanya menegaskan secepatnya dan soal persis waktunya tidak disampaikan,” tegas Bambang.  

Menurutnya, penembakan pada tiga TKI terjadi di area Port Dickson (pelabuhan), Negeri Sembilan, Malaysia pada 24 Maret 2012 sekitar pukul 05.00 waktu setempat.  

“Penembakan dilakukan atas dugaan para TKI melakukan upaya perampokan di kawasan Kampung Tampin Kanan Tinggi, Port Dickson, Negeri Sembilan,” jelasnya.  

Ketika diberondong tembakan, kata Bambang, ketiga TKI diketahui polisi menggunakan masker di wajahnya, membawa parang, serta menggunakan sarung tangan.  

Keterangan yang diperolehnya juga menyebutkan, para TKI berusaha melawan hingga polisi melepaskan tembakan berkali-kali ke bagian wajah dan tubuh atau dada, yang kemudian membuat ketiganya meninggal dengan cara mengenaskan.  

Ia menambahkan, jasad para TKI lantas dibawa ke Rumah Sakit Port Dickson, namun tidak dilakukan tindakan otopsi langsung karena ketiadaan data diri.  

Otopsi pun baru dilakukan pada 26 dan 27 Maret 2012, setelah dinyatakan oleh Wildan selaku keluarga sekat para korban di samping penegasan seorang majikan (pengguna) bernama Lim Kok Wee, yang juga mengenal Abdul Kadir sebagai pekerjanya saat keduanya bertandang ke rumahsakit dengan diantar petugas polisi, 25 Maret 2012.  

Otopsi pertama pada 26 Maret terhadap dua jenazah yaitu Abdul Kadir Jaeleni dan Herman. Jasad Abdul Kadir ditangani dokter Mohd Khairul Izzati Omar sedangkan dokter Muhammad Huzaifah Rahim mengotopsi jasad Herman. Selanjutnya pada 27 Maret, giliran jasad Mad Noor yang diotopsi dokter Safooraf.  

”Hasil otopsi menyimpulkan mereka tewas oleh tembakan berkali-kali di bagian kepala maupun tubuh korban,” kata Bambang.  

Adapun sijil (sertifikat kematian) menyangkut ketiga TKI dikeluarkan rumah sakit pada 26 Maret untuk almarhum Abdul Kadir dan Herman, sementara almarhum Mad Noor sijilnya keluar pada 27 Maret. [E-8]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!