SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Selasa, 30 September 2014

TNI Bantah Lakukan Perlawanan di Bentrokan Gorontalo
Kamis, 26 April 2012 | 11:30

[JAKARTA] Pasca insiden antara anggota Brimob Polri dan Kostrad TNI-AD, Sabtu (21/4) menewaskan satu korban yakni Prada Firman anggota batalyon infantri 221 Kostrad di RS Ai Gorontalo. Ia meninggal dunia Kamis (26/4) pukul 05.00 WITA setelah dirawat di RS Aloi Saboe, Gorontalo. Korban meninggal dunia setelah dirawat di RS Aloi Saboe, Gorontalo.

Kepala Dinas Penerangan TNI AD Brigjen (Inf) Pandji Suko Hari Jhudo mengatakan, rencananya korban akan dimakamkan di kampung halamannya di Bone, Makassar. Firman sebelumnya mengalami di luka tembak peluru tajam di lengan sebelah kiri tembus ketiak.  

Pada konferensi pers yang dilaksanakan di Kartika Medika Center (26/4), Kadispen TNI AD Pandji menjelaskan kronologis kejadian tersebut berawal pada Sabtu (21/4) sekitar 22.00 WITA, empat anggota unit 221 merayakan acara  ulang tahun dihadiri oleh 30 orang di Taman Kota Limboto Gorontalo. Ketika itu truk kendaraan Dinas Brimob melaksanakan patroli melintas di area anggota unit 221, dan tidak ada anggota Kostrad yang melakukan pelemparan.  

Kemudian pukul 23.00 WITA  muncul sebuah truk yg muncul dari arah Polres Limboto dan turun di area Taman Limboto. Anggota tersebut turun dengan membawa  senjata laras panjang berisi peluru tajam dan karet dan menembakan ke anggota Kostrad.   Kemudian anggota AD lari dengan meninggalkan lokasi.

Saat itu dua anggota Kostrad tertembak. Kemudian tanggl 22 pukul 00.10 WITA ketika anggota 221 hendak pulang dari tugasnya dicegat anggota Brimob dan ditembak peluru tajam yang tidak mau berhenti sehingga menyebabkan anggota Kostrad luka tembak enam orang. Enam korban tersebut diantaranya Almarhum

Prada Firman (peluru tajam), Prada Apriadi (peluru tajam), Prada Tiflif Jaksa (peluru karet), Prada Yanris Marunda (peluru tajam), Prada Abdul Rahim (peluru karet), Prada Adrian Rombe (peluru tajam).   “Saya nyatakan ini bukan bentrok. Prajurit TNI AD di sini pasif. Bentrok itu ada perlawanan. Kami tidak bersenjata dan tidak menggunakan pakaian militer, karena saat itu sedang melaksanakan perayaan ulang tahun,” ujar Kadispen TNI AD Pandji.  

Pandji menambahkan saat ini baik pihak TNI-AD dan Brimob masih melakukan investigas mendalam, dan diharapkan hasil dari investigasi ini benar-benar jujur. [Ant/L-9]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!