SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Minggu, 25 Juni 2017
BS logo

#TrenSosial: Pejalan Kaki Dan "Penjajah Trotoar" Jakarta
Selasa, 4 Agustus 2015 | 16:21

Ilusrasi Trotoar Ilusrasi Trotoar

[JAKARTA]  Aksi "menyelamatkan trotoar untuk pejalan kaki" mendapat perhatian di dunia maya setelah rangkaian foto-fotonya beredar di situs jejaring sosial Facebook.

Foto yang diunggah oleh Koalisi Pejalan Kaki itu memperlihatkan seorang mahasiswi membawa poster di trotoar Jalan Casablanca, Jakarta, sambil menghadang pengendara motor yang melewati trotoar.

Sejak diunggah Jumat (31/07) lalu, foto-foto itu telah dibagikan lebih dari 3.000 kali di Facebook dan mendapat beragam reaksi.

"Ini jalur saya dari kantor menuju Kota Kasablanka. Senang sekali trotoar ini diperbaiki, tapi hanya sebentar karena jalan kaki di sana harus bersaing dengan pemotor yang berbelok ke dalam kuburan," kata Frenny Hermawan Kartoredjo, salah satu pengguna.

"Terutama untuk saya yang handicap, sulit jalan di trotoar tinggi dan penuh pedagang, tukang ban, dan motor. Perlindungan bagi disabled perlu di mulai juga," kata Bozzo Bozzo.

Namun tak semua sependapat. Imam Budiman mengatakan, "Di Bandung pejalan kaki banyak yang nyerobot jalan aspal... pemotor enggak boleh naik trotoar tetapi pejalan kaki nyerobot bahu jalan juga..."

Menantang

Ketua Koalisi Pejalan Kaki, Alfred Sitorus, kepada BBC Indonesia mengatakan bahwa aksi di trotoar rutin dilakukan setiap Jumat, walau peserta aksinya tidak selalu banyak.

Lokasi aksi berbeda-beda dan biasanya dipilih berdasarkan laporan yang mereka terima melalui Facebook dan Twitter.

"Kami sering dibilang orang gila, atau kurang kerjaan. Satu saat pernah diancam dengan pisau. Kemudian pernah juga ada motor sengaja menabrakkan rodanya ke kaki kami, terutama ke yang perempuan dan dibentak."

Alfred mengatakan aksi itu memang cukup menantang tetapi mereka berkomitmen untuk melakukan edukasi ke pengendara motor untuk menghormati hak-hak pejalan kaki.

"Data kepolisian pada 2011 menyebut 18 pejalan kaki meninggal tiap hari," sambungnya.

Hak pejalan kaki atas ketersediaan fasilitas pendukung yang berupa trotoar dan tempat penyebrangan diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, dan pengendara yang masuk trotoar bisa dikenakan denda.

Bentuk penyalahgunaan, termasuk yang digunakan juga untuk berdagang dan parkir, membuat trotoar tidak nyaman bagi pejalan kaki.

Koalisi Pejalan Kaki mengakui sejumlah upaya telah dilakukan oleh pemerintah daerah dan kepolisian untuk mengatasi masalah trotoar namun masih belum maksimal. [BBC/L-8]




Kirim Komentar Anda


Pasang iklan disini via B1 Ads