SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Jumat, 24 Maret 2017
BS logo

UE : Tidak Ada Lagi Kasus Brexit
U-5 | Senin, 20 Maret 2017 | 13:07

Jean Claude Juncker [Istimewa] Jean Claude Juncker [Istimewa]

[BERLIN] Setelah Brexit, negara-negara Uni Eropa sangat mengkhawatirkan terjadinya perpecahan. Namun Presiden Komisi Uni Eropa (UE) Jean Claude Juncker meyakini hal sebaliknya. Brexit justru menjadi pelajaran berharga.

Dalam satu wawancara dengan surat kabar Sontag, seperti dikutip Business Standard, Minggu (19/3), Juncker mengatakan Brexit akan dilihat negara-negara anggota Eropa lain sebagai pilihan yang buruk. Jadi kemungkinan negara lain mengikuti langkah Inggris sangat kecil.

"Bukan. Contoh Inggris akan membuat setiap orang menyadari bahwa tidak layak untuk meninggalkan UE. Sebaliknya, negara-negara anggota yang tersisa akan jatuh cinta dengan satu sama lain sekali lagi dan memperbarui tekad mereka dengan Uni Eropa," paparnya.

Sebanyak 27 negara anggota Uni Eropa berencana untuk menyatakan "Eropa adalah masa depan kita" saat rapat di Roma, pekan depan untuk menandai 60 tahun UE.

Juncker menyatakan Inggris sudah terbiasa diperlakukan sebagai negara bukan anggota.

"Status setengah anggota dan memetik untung adalah tidak mungkin. Di Eropa, Anda makan apa yang di atas meja atau Anda tidak duduk di meja," tambahnya.

Juncker berkata ada banyak negara akan bergabung dengan UE pada masa depan, meskipun bukan pada masa kepemimpinannya, yang akan berakhir pada 2019. Sejauh ini, tidak ada satu kandidat negara memenuhi syarat UE. [Reuters/U-5]




Kirim Komentar Anda


Pasang iklan disini via B1 Ads