SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Selasa, 25 November 2014
BS logo

Usut Dugaan Korupsi Pengucuran Kredit BNI 46
Jumat, 23 September 2011 | 9:08



[MEDAN] Republic Corruption Watch (RCW) memastikan banyak pihak terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengucuran dana kredit oleh BNI 46 mencapai Rp 129 Miliar kepada Direktur PT Bahari Dwi Kencana Lestari (PT BDKL), Boy Hermansyah, yang sudah ditetapkan sebagai tersangka. Kejaksaan selaku penyidik pun diharapkan dapat mengusut kasus tersebut sampai tuntas, sehingga tidak hanya lima orang saja yang ditetapkan sebagai tersangka.

"Kami meyakini masih ada tersangka lain yang bisa diproses. Keterlibatan dari oknum pejabat bank di pusat perlu untuk ditelusuri. Sangat ironis, pengucuran dana pinjaman sebesar itu disetujui tanpa sepengetahuan pusat. Pejabat bank pusat pun mempunyai kriteria tersendiri sebelum menyetujui pengucuran dana pinjaman. Harus ada tim untuk meneliti pengajuan pinjaman," ujar Koordinator RCW Sumatera Utara (Sumut), Ratno kepada SP, Jumat (23/9).

Menurutnya, kejaksaan dapat melakukan pendalaman untuk dapat mengungkap keterlibatan tersebut. Salah satu cara untuk mendalami kasus ini dengan mengikuti standar operasional prosedur (SOP) pinjaman dan pengucuran dana. Tidak tertutup kemungkinan bila oknum pejabat bank di pusat itu juga mendapatkan bagian dari persenan dana pinjaman yang diajukan oleh PT BDKL. Perusahaan itu bergerak dalam bidang perkebunan kepala sawit.

Sebelumnya, Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) melansir, lima orang sebagai tersangka dugaan korupsi pengucuran dana dari BNI 46 terhadap PT BDKL sebesar Rp 129 Miliar dari permohonan pinjaman Rp 133 Miliar. Oleh bank setempat, berkas permohonan tersebut diajukan ke BNI 46 di pusat. Kejaksaan menemukan indikasi kejanggalan dalam pengucuran dana pinjaman dari bank ke perusahaan perkebunan tersebut.

"Dana pinjaman sudah dikucurkan meski persyaratan untuk melengkapi berkas belum dipenuhi oleh perusahaan yang memohon pinjaman dana. Artinya, ada dugaan penyimpangan dalam SOP. Pengajuan pinjaman 8 November 2010 kemudian dana dikucurkan Desember 2010. Dalam perjanjian kontrak antara kedua belah pihak tersebut, perusahaan berjanji untuk melunasi pinjaman selama 59 bulan," kata Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejaksaan Tinggi Sumut, Mansur.

Mansur mengatakan, untuk menjerat kelima tersangka itu, pihaknya sudah memeriksa 27 orang dalam kapasitas sebagai saksi. Saksi yang diperiksa itu meliputi pihak Bank 46 itu sendiri. Kejaksaan juga sudah menetapkan tersangka kepada oknum di pihak bank tersebut. Untuk mengetahui keterlibatan lainnya, kejaksaan tetap untuk melakukan pendalaman atas kasus tersebut.

Pihak bank yang sudah ditetapkan sebagai tersangka adalah Radiasto selaku pimpinan sentra kredit menengah (SKM) BNI 46 Cabang Medan, Titin Indriani selaku Relationchip Manager BNI 46, Darul Azmi sebagai pimpinan kelompok bisnis BNI 46. Dari PT BDKL yang ditetapkan sebagai tersangka adalah Boy Hermansyah selaku Direktur PT Bahari Dwi Kencana Lestari, dan rekannya, Muhammad Syamsu Adi selaku konsultan. [155]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!