SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Sabtu, 1 November 2014
BS logo

Walikota Kupang Terpilih Harus Mampu Sejahterakan Rakyat
Rabu, 1 Agustus 2012 | 16:14

Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang, Jonas Salean dan dr. Herman Man fose bersama istri Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang [Yoseph Kellen]
 
Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang, Jonas Salean dan dr. Herman Man fose bersama istri Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang [Yoseph Kellen]

[KUPANG] Dalam acara pelantikan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang terpilih, Jonas Salean dan dr. Herman Man, oleh Gubernur Nusa Tenggara Timur, Frans Lebu Raya,  untuk memimpin kota Kupang lima tahun ke depan 2012 – 2017, di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kupang, jalan Frans Seda Kota Kupang, Rabu (1/8).

Hadir dalam acara pelantikan itu Ketua DPRD NTT, Ibrahim  A Medah, anggota DPRD Provinsi NTT, Ketua dan anggota DPRD Kota Kupang, sejumlah satuan kerja perangkat daerah SKPD kota Kupang, Kapolda NTT, Brigjen Pol Ricky HP Sitohang, ketua DPP Golkar, Theo L Sambuaga, Anggota DPR RI, Setia Novanto, Beny K Harman, Saleh Husen, Jefrison Rihu Kore dan anggota DPD, Paul Liyanto, Sarah Leri Mboeik, Bupati Ende, Don Bosco Wangge, Bupati Sumba Timur, Gidion Mbilijora, Bupati Kabupaten Nagekeo, Yohanis  S. Aoh, Bupati Belu, Joacim Lopez, Mantan Gubernur NTT, dr. Ben Mboi, Uskup Agung Kupang Mgr. Petrus Turan, Pr, Ketua MUI NTT, Abdul Kadir Makarim  dan  masyarakat Kota Kupang yang memadati seluruh ruangan dan halaman gedung kantor DPRD Kota Kupang.

Acara tersebut berjalan dengan lancar dan hikmat walaupun wartawan yang meliput acara pelantiKan tersebut mengalami kesulitan karena dihalangi oleh pihak kepolisian yang menjaga. Kapolres Kupang Kota, Tito Basuki Priyatno, langsung meminta ijin kepada anggota Brimob Polda NTT yang menjaga pintu masuk namun tetap tidak diijinkan untuk para jurnalist masuk untuk mengabadikan acara pelantikan Wali Kota tersebut. Sehingga para wartawan hanya mendengar dari luar gedung.


Gubernur NTT, Frans Lebu Raya, meminta, “Saya mengajak kita semua untuk bersyukur pada Tuhan, atas anugerah kehidupan yang boleh kita terima. Kita berkumpul di sini karena berkat Tuhan. Semua yang terjadi saat ini juga  merupakan rencana Tuhan. Karena itu, biarlah cinta Tuhan menuntun seluruh rangkaian acara pelantikan Walikota dan Wakil Walikota Kupang hari ini. Saya dan Pak Esthon juga menyampaikan selamat kepada Umat Muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa di Bulan Suci Ramadhan ini dan menghimbau masyarakat untuk selalu menjaga dan memelihara suasana damai agar bulan puasa dapat dijalani dengan khusuk. Proficiat kepada seluruh masyarakat dan komponen kemasyarakatan di daerah ini, atas sukses pendidikan politik, sukses partisipasi politik dan teladan kedewasaan berpolitik yang ditunjukkan warga Kota Kupang, kata Frans Lebu Raya.

 

Gubernur NTT, Frans Lebu Raya, menyampaikan perasaannya dalam sambutan, Secara jujur, saya harus katakan di sini, di depan Dewan yang terhormat, dalam forum bermartabat ini, kepada semua masyarakat  Kota Kupang, bahwa pemilukada Kota Kupang telah usai. Atmosfir pemilukada di Kota Kupang masih terasa. Tenang-tenang mendayung, hanyut meniti arus menuju tepian tujuan,  tanpa gejolak, aman, nyaman dan damai.

Karena itu, momentum  saat  ini, dengan sendirinya mengisyaratkan bahwa, masyarakat Kota Kupang percaya kepada saudara Jonas Salean dan Hermanus Man. Masyarakat  percaya akan kemampuan saudara berdua, percaya akan kebaikan saudara berdua, percaya akan kematangan, komitmen dan janji saudara berdua.

Saat ini saudara berdua adalah pilihan terbaik masyarakat. Inilah tahapan suksesi kepemimpinan yang jauh melampaui rencana dan usaha manusia, seperti lagu dalam nada panggil handphone saudara Jonas Salean, “tiada yang mustahil bagi-Mu, tiada yang tak mungkin bagi-Mu, aku mau ada di dalam tangan-Mu, hidup dan mati ku. Kalimat ini saya kutib dari nada dering pak Wali kota Jonas Salean.

Hari ini, saya ada di sini, Saya berdiri sebagai Gubernur daerah ini. Saya datang untuk melantik Walikota dan Wakil Walikota  Kupang yang baru masa jabatan 2012-2017. Dalam perspektif  jabatan, saya berdiri di atas semua realitas yang ada. Saya hadir  untuk menampung kecemasan dan kegelisahan, untuk mendengar keluh kesah semua warga, untuk merekatkan  yang tersekat, untuk merangkul yang tercerai dan mendamaikan yang berselisih, agar masyarakat menjadi satu kembali, sehati sesuara, untuk membangun Kota Kupang sebagai show window NTT.

Sejak saat ini, jangan lagi ada perbedaan di antara para pendukung. Kita satukan semua dukungan yang kemarin beranekaragam, menjadi satu kekuatan besar bagi terwujudnya obsesi masyarakat Kota Kupang untuk hidup lebih baik, hidup yang lebih sejahtera.

Kepada Walikota dan Wakil Walikota yang  baru, saya ingatkan untuk memperhatikan benar kondisi kebathinan ini. Benahi kembali, tatanan sosial yang telah cedera. Bangun soliditas dengan para tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh perempuan, pers dan media massa  serta komponen kemasyarakatan lainnya. Rekatkan  kembali kebersamaan yang telah disekat atas nama paket, dukungan calon dan kepentingan politik praktis.

Pulihkan kembali gundah gulana yang terjadi dalam tatanan hidup masyarakat Kota Kupang, terutama kegelisahan para lurah, camat, pejabat struktural  PNS yang kemarin mungkin tidak netral. Biarlah semua warga Kota Kupang menemukan kembali kegembiraan dan sukacita, hidup berdampingan lagi seperti dahulu, tanpa saling curiga, tanpa rasa takut apalagi kecemasan dimutasi. Kepada Walikota dan Wakil Walikota yang  baru, saya ingatkan pula bahwa  Kota Kupang adalah miniatur NTT. Kota yang sejak dahulu, ada dan bertumbuh dalam keberagaman. Kalau dulu hanya ada orang Timor (Helong dan Dawan), Rote dan Sabu. Sekarang ada juga orang Manggarai, Sumba, Flores, Alor dan komunitas lain di luar FLOBAMORA seperti Sumatera, Jawa, Bali dan BBM (Bugis, Buton, Makasar) hidup berdampingan, kata Frans Lebu Raya.

Frans Lebu Raya, berharap, kelolalah perjalanan pemerintahan, pembangunan dan pelayanan kemasyarakatan di daerah ini dengan perhatian dan cinta. Cinta yang lentur menembus ruang perbedaan dan kisi-kisi keberagaman tanpa mencederai siapa pun. Cinta yang meneguhkan kebersamaan, cinta yang menyejukkan dan mendamaikan. Berilah diri untuk melayani dengan rendah hati, sebagaimana persahabatan yang terajut melalui hangatnya sebuah SALAM, harap Frans Lebu Raya.

Frans Lebu Raya, meminta, pemilukada telah selesai, mari kita bangun kembali Kota Kupang dengan apa yang ada.  Kita memiliki sumber daya manusia (SDM) dengan karakter pejuang dan pekerja keras. Kita punya potensi ekonomi kota perbatasan yang semakin cepat bertumbuh menjadi kota jasa. Karena itu, sebagaimana komitmen saudara berdua saat penyampaian visi dan misi calon, saya harapkan agar saudara berdua serius memperjuangkan terwujudnya semua itu, terutama pembangunan Bendungan Kolhua. Sebagai Gubernur, saya dukung usaha saudara berdua, agar masalah air bersih untuk masyarakat Kota Kupang menemukan jalan keluarnya untuk kesejahreaan masyarakat kota Kupang,” minta Frans Lebu Raya.

“Saya menyampaikan alternatif yang dapat dilakukan untuk mensejahterakan  warga kota Kupang untuk menerapkan paradigma Anggur Merah (Anggaran untuk rakyat menuju sejahtera). Anggaran belanja publik porsinya harus lebih besar dari pada belanja aparatur.

Pemerintah provinsi NTT telah menggulirkan Program Desa / Kelurahan Mandiri Anggur Merah, dengan memberikan bantuan dana sebesar Rp 250 juta per desa/kelurahan termasuk  6 kelurahan di Kota Kupang. Saya harapkan dukungan saudara Walikota dan Wakil Walikota terhadap program ini sekaligus mengharapkan Kota Kupang agar mengalokasikan anggaran yang sama untuk replikasi satu desa/kelurahan pada setiap kecamatan. Pemerintah Provinsi NTT mengharapkan dukungan dari Walikota dan   Wakil Walikota yang baru tentang pelaksanaan Delapan Agenda Pembangunan di Provinsi NTT serta 4 Tekad Pemerintah yakni Provinsi Jagung, Provinsi Ternak, Provinsi Koperasi dan Provinsi Cendana. Saya titipkan harapan agar kedua hal ini disinergikan, tatkala meramu dan menguraikan visi dan misi kandidat ke dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah Kota Kupang 2012 – 2017 serta Komitmen penegakan hukum harus dilakukan secara serius. Hindari Kolusi, Korupsi dan Nepotisme.

Proses tender dan lelang pengadaan barang dan jasa lebih transparan, agar masyarakat segera dapat merasakan manfaatnya. Masih ada satu persoalan yang penting untuk saya singgung, yakni jabatan Walikota dan Wakil Walikota adalah satu kesatuan. Saudara berdua adalah satu, simbol pemersatu masyarakat di daerah ini. Saya harapkan, saudaraku berdua membangun komunikasi secara terbuka, saling sharing dan melengkapi satu sama lain, untuk membangun masyarakat daerah ini. Jangan mencederai satu sama lain, apalagi mencederai masyarakat, kata Frans Lebu Raya.

“Saya atas nama seluruh masyarakat Nusa Tenggara Timur, secara khusus mengucapkan terima kasih yang tulus kepada Saudara  Drs. Daniel Adoe dan Drs. Daniel Hurek bersama keluarga   atas dharma bakti dan kerja kerasnya dalam membangun dan melayani  masyarakat Kota Kupang selama tahun 2007-2012. Jasa dan pengabdian Saudara berdua tercatat di hati masyarakat Kota Kupang dan akan terukir sebagai sejarah yang dikenang sepanjang masa.  Dan juga kepada kader-kader terbaik yang telah ikut bertarung dalam suksesi kepemimpinan Kota Kupang, mari kita bergandengan tangan satukan tekad mendukung Pak Jonas Salean dan Pak Hermanus Man tidak hanya sebagai Walikota dan Wakil Walikota terpilih tetapi sebagai sesama warga Kota Kupang. Kota Kupang sebagai kota Kasih harus lebih maju dan aman bagi kita semua, kata Frans Lebu Raya. (YOS).

 




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!