SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Kamis, 23 Oktober 2014
BS logo

Ingin Bergabung Dengan Timor Leste

Warga Ambon Ancam Keluar Dari NKRI
Jumat, 7 September 2012 | 8:58

Kota Ambon [google] Kota Ambon [google]

[AMBON] Sebanyak 33 kepala keluarga (KK)  atau sebanyak 169 warga Intutun, Desa Abusur , Kecamatan Pulau-Pulau Terselatan (Wonreli), Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) merasa tidak pernah dilayani oleh pemerintah dalam segala hal. Karena itu, mereka mengancam keluar dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan bergabung dengan Timor Leste.

“Kalau kami tidak dilayani dan diperhatikan dengan baik, kami ingin pisahkan diri dari NKRI dan memilih bergabung dengan Timor Leste, karena  camat Pulau-Pulau Terselatan dengan sengaja memisahkan kami masyarakat Intutun dari NKRI,” kata Direktur Executive dari LSM Lembaga Pengkajian Pembangunan Masyarakat Selatan Daya (LPPMSD) Remon Manaha, kepada wartawan di Ambon, Rabu (5/9). 
 
Remon mengatakan, camat Pulau-Pulau Terselatan mengeluarkan surat dengan Nomor 007/129/CPPT/2012 kepada lima (5) institusi, masing-masing Pimpinan SKPD se-Kabupaten MBD, Unsur Muspika Kecamatan Pulau-Pulau Terselatan, Kepala UPTD Dikbudpora Kecamatan Pulau-Pulau Terselatan, Kepala BPDM dan BRI Kecamatan Pulau-Pulau Terselatan, dan Kepala SD/SMP/SMP/SMK Pulau-Pulau Terselatan, tertanggal 12 Februari 2012, yang isinya sangat menyudutkan masyarakat Intutun.

Dalam surat itu disebutkan, permohonan untuk tidak melayani masyarakat Intutun, Desa Abusur, terkait dengan pelayanan kepemerintahan. Remon mengatakan, ini dilakukan dengan alasan agar tidak mengganggu sistem dalam penyelenggaraan pemerintahan pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.  
 
Selain itu, Camat Pulau-Pulau Terselatan juga memberikan tembusan kepada Bupati MBD, Ketua DPRD Kabupaten MBD, Kepala Desa Abusur dan Kepala Desa Leklor. Namun surat-surat tersebut tidak dilayangkan atau tembusannya tidak disampaikan kepada Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu dan DPRD Provinsi Maluku.

Intutun dulu adalah Desa Lalu, kemudian gabung lagi dengan Desa Abusur, dimana Desa Abusur hanya milik dua marga yaitu marga Borel adalah keturunan Kikilailai dan marga Manaha keturunan Tilukai. 
 
Pihaknya minta yang paling terpenting dalam masalah ini yakni tanggapan dari Bupati MBD serta Gubernur Maluku terhadap surat Camat yang pisahkan kami masyarakat Intutun dari NKRI.[156]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!