SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Rabu, 29 Maret 2017
BS logo

Warga Serang Pekerja Tambang Emas di Sumba Tengah
Jumat, 8 April 2011 | 8:03

Parit uji Tambang Emas di Sumba Tengah Nusa Tenggara Timur. Parit uji Tambang Emas di Sumba Tengah Nusa Tenggara Timur.

[KUPANG] Lima orang pekerja PT Fathi Resourches yang sedang melakukan  eksplorasi emas di kawasan Padang Rua Awa, Desa Praikarokujangga, Kecamatan Umbu Ratu Nggay, Kabupaten Sumba Tengah, Nusa Tenggara Timur (NTT), diserang warga setempat, Rabu (6/4) seitar pukul 22.52 WITA. Meski para pekerja itu berhasil menyelamatkan diri, tetapi satu unit alat bor dan dua unit generator listrik dibakar warga. Sedangkan sejumlah telepon genggam dan peralatan lainnya dirusak warga.

Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sumba Tengah Umbu Windi yang dikonfirmasi per telepon, Jumat (8/4) pagi membenarkan adanya aksi penyerangan yang dilakukan sekelompok warga tersebut. Diduga, aksi tesebut merupakan buntut penoakan warga terhadap keinginan PT Fathi Resourches melakukan aktivitas penambangan emas di wilayah mereka. Sebelumnya, warga telah melayangkan surat penolakan kepada Bupati Sumba Tengah Umbu Sappi Pateduk.

Dikatakan, pemerintah tengah menyiapkan tim yang bertugas mengklarifikasi surat penolakan warga tersebut, aksi penyerangan sudah dilkukan warga sebelum tim turun ke lapangan. Tindakan warga yang membakar peralatan tambang milik perusahaan tersebut sangat disayangkan. Seharusnya, warga bersikap arif utuk duduk bersama dalam menyelesaikan persoalan tersebut, sehingga tidak perlu terjebak pada persoalan hukum.

Menurut keterangan yang dihimpun dari ke lima karyawan tersebut, kutip Umbu Windi, penyerangan skelompok warga dilakukan, saat para pekerja tengah melakukan pengeboran untuk mengambil sampel batuan untuk diteliti. Tiba-tiba, para pekerja dihujani lemparan batu dari kegelapan malam yang menyebabkan mereka berhamburan menyelamatkan diri ke hutan. Saat itulah, warga membakar peralatan tambang, generator dan sejumlah peralatan lainnya yang ditinggalkan para pekerja.

Bupati Sumba Tengah Umbu Sappi Pateduk secara terpisah mengatakan, pihaknya sudah melaporkan kasus penyerangan tersebut ke pihak kepolisian. Sebab, keberadaan perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan emas tersebut legal dengan dasar hukum yang kuat. Apalagi, aktivitas perusahaan ini masih dalam tahapan eksplorasi atau penjajakan dan penelitian. Untuk sampai ke tahap eksploitasi atau tahap penambangan, tentunya masih harus melewati proses panjang dan itu pun merupakan kewenangan instansi lain.

Ia mengakui, adanya kecemasan dan ketakutan masyarakat terhadap keberadaan tambang yang berbuntut kerusakan lingkungan. Sejauh ini, tidak ada kerusakan lingkungan akibat kegiatan eksplorasi seperti yang ditiupkan sejumlah kalangan, terutama pemerhati lingkungan. Diduga ada provokasi dari pihak tertentu yang menimbulkan warga masyarakat terprovokasi melakukan aksi penyerangan terhadap para pekerja tersebut. [120]
 



Kirim Komentar Anda


Pasang iklan disini via B1 Ads