SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Jumat, 28 November 2014
BS logo

Waspadai Nyeri Perut di Ulu Hati
Jumat, 16 Maret 2012 | 12:50

Ilustrasi nyeri di bagian perut. [google] Ilustrasi nyeri di bagian perut. [google]

[JAKARTA] Nyeri perut di sekitar ulu hati saat ini menjadi favorit, karena kebetulan  penyakit ini sedang dialami salah satu tokoh nasional. Nyeri perut adalah keadaan yang sering ditemukan dan  mengantarkan pasien datang ke RS baik di poliklinik maupun gawat darurat RS.  

Biasanya, pasien yang datang ke Poliklinik penyakit dalam 30  persen karena nyeri perut dan 50-60 persen yang datang ke konsultan penyakit lambung dan pencernaan. Nyeri perut yang terjadi bisa tiba-tiba atau kronis.

Nyeri perut berhubungan dengan organ yang terkena yang menimbulkan nyeri perut tersebut. Menurut praktisi klinis dari Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI-RSCM, Ari F Syam, nyeri perut di ulu hati tidak selalu berasal dari lambung atau maag, bisa berasal dari pankreas, kandung empedu, liver atau usus dua belas jari.

Bahkan nyeri perut di ulu hati juga bisa berhubungan dengan serangan jantung dalam hal ini serangan jantung bagian bawah (infark miokard inferior).

“Nyeri ulu hati karena masalah kandung empedu terjadi karena adanya peradangan pada kandung empedu baik berlangsung akut maupun kronis. Nyeri ulu hari karena masalah di kandung empedu bisa juga terjadi karena adanya batu pada kandung empedu. Jika dianalisa lebih lanjut batu kandung empedu terdiri dari  batu kolesterol dan batu pigmen,” ujarnya dari siaran pers yang diterima SP, Jumat (16/3).

Nyeri karena masalah di kandung empedu berlangsung beberapa saat dan berulang (kolik bilier), biasanya nyeri tersebut dapat menjalar ke punggung belakang.

Untuk mengetahui penyebab dari nyeri ulu hati tersebut perlu dilakukan USG abdomen. Melalui pemeriksaan USG abdomen dapat diketahui apakah ada peradangan baik akut maupun kronis pada kandung empedu tersebut.

Selain itu melalui pemeriksaan USG juga diidentifikasi adanya batu pada kandung empedu.  Pemeriksaan USG abdomen berhubungan dengan evaluasi saluran empedu jika bisa mengidentifikasi adanya pelebaran saluran empedu ini bisa terjadi jika batu yang ada di kandung empedu menyumbat pada saluran empedu.

“Data yang ada pada kami 20 persen pasien dengan keluhan nyeri ulu hati atau nyeri perut disebabkan karena gangguan pada kandung empedunya baik berupa batu di kandung empedu atau peradangan pada kandung empedu itu sendiri. Kalau dilihat dari umur 20 persen kasus yang mengalami gangguan pada kandung empedu tersebut lebih dari 80 persen berumur di atas 40 tahun dan tidak ada yang berumur di bawah 30 tahun,” ungkap Ari.

 Peradangan  pada kandung empedu (kholesistitis) yang berlangsung tiba-tiba atau akut,  bisa ringan dan bisa berat. Pada kondisi yang berat, infeksi bisa saja selain mengenai kandung empedu juga  bisa mengenai pancreas.

Bahkan bisa terjadi infeksi luas dan sistemik yang dapat membahayakan jiwa. Pasien dengan peradangan kandung empedu akut perlu dirawat di RS dan perlu mendapat antibiotika sistemik. Kandung empedu yang bermasalah apalagi ada batu di dalamnya biasanya memang kandung empedu tersebut harus diangkat (kolesistektomi).

Pada kondisi yang ringan dan dengan batu kandung empedu tanpa keluhan sama sekali, biasanya tidak perlu  diatasi dengan operasi.  

Pengobatan pada batu kandung empedu yang tunggal dan kecil  (diameter kurang dari 1,5 cm)cukup dengan diet dan obat-obatan. Obat-obatan yang diberikan yaitu obat yang bekerja melarutkan batu kolesterol yaitu ursodeoxycholic acid (UDCA).

Obat ini biasanya diberikan selama 3 bulan. Pada kasus yang memang memerlukan operasi, saat ini sebagian besar RS juga telah menerapkan teknik laparaskopi untuk pengangkatan  kandung empedu tersebut, Melalui teknik ini masa rawat manjadi pendek, komplikasi paska operasi menjadi minimal. [H-15]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!