SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Jumat, 24 Oktober 2014
BS logo

ASEAN Teken Deklarasi Kawasan Bebas Narkotika 2015
Kamis, 5 April 2012 | 9:43

[google] [google]

[PHNOM PENH] Para kepala negara/pemerintahan se-ASEAN menandatangani deklarasi Bebas Narkotika ASEAN 2015.

Hal itu tak terlepas dari kesadaran bahwa perdagangan narkoba adalah salah satu masalah keamanan utama bagi semua negara anggota ASEAN.  

Terlepas dari penderitaan yang disebabkan kepada individu, khususnya, generasi muda, penyalahgunaan obat terlarang dan perdagangan disinyalir akan melemahkan tatanan sosial bangsa dan meningkatkan angka kriminal yang bisa mengancam stabilitas negara.  

Pasalnya, perdagangan obat terlarang erat kaitannya dengan kejahatan lintas negara lainnya, termasuk pencucian uang dan penyelundupan senjata yang bisa menjadi ancaman politik dan keamanan yang serius.  

Pada deklarasi yang disampaikan dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-20 ini ada empat poin penting yang dinyatakan.  
Pertama,
setiap negara anggota akan mengintensifkan upaya untuk mewujudkan visi dan tujuan dari sebuah Komunitas Asean bebas narkoba pada tahun 2015, termasuk pemberantasan produksi obat terlarang dan perdagangan manusia.  

Kedua, melalui Dewan Koordinasi ASEAN (ACC) membuat laporan tahunan kepada para pemimpin ASEAN tentang kemajuan pelaksanaan cetak biru Komunitas Politik-Keamanan di bidang obat bebas ASEAN.  

Ketiga
, menjalin langkah-langkah koordinasi melalui berbagi informasi dan praktik terbaik dalam rangka meningkatkan penegakan hukum yang lebih efektif dalam pengendalian narkoba di masing-masing wilayah.  

Keempat
, meningkatkan kerjasama dan koordinasi secara komprehensif dengan mitra dialog Asean dan pihak eksternal untuk memberantas produksi, perdagangan, dan penggunaan obat pada 2015.  

Sebelumnya, deklarasi bersama untuk ASEAN Bebas Narkoba sudah pernah ditandatangani oleh para Menteri Luar Negeri ASEAN di Manila pada 25 Juli 1998 dan AMM ke-33 di Bangkok pada Juli 2000 lalu, guna mempercepat realisasi Bebas Narkoba ASEAN 2020-2015, Deklarasi Politik Bangkok 2015, pemberantasan rencana produksi obat terlarang, perdagangan manusia, dan penggunaan 2009-2015,  dan Deklarasi Bali pada Komunitas ASEAN dalam Bali Concord III, dan ASEAN Security Community Blueprint pada 2015.

Wakil Presiden RI Boediono  dalam penerbangan dari Phnom Penh, Kamboja, menuju Jakarta, pada kesempatan jumpa pers seputar hasil KTT ASEAN, Rabu (4/4) mengatakan, membebaskan generasi muda pada narkoba adalah sebuah komitmen dan cita-cita bersama negara ASEAN. Indonesia pun harus all out untuk mengupayakan hal tersebut.  

Pemimpin Malaysia juga menyatakan negaranya sangat mendukung perang melawan narkoba. Meski negaranya memberlakukan hukuman paling keras untuk pengedar narkoba, namun pemerintah Malaysia mengaku tidak bisa sepenuhnya memecahkan masalah itu sendiri.

Tiga Deklarasi


Selain "Drug-Free ASEAN 2015", dalam KTT ASEAN kali ini yang resmi ditutup pada Rabu (4/4) siang oleh Perdana Menteri Kamboja selaku Ketua Asean 2012 Hun Sen menghasilkan sejumlah deklarasi lainnya, yakni "Phnom Penh Declaration on ASEAN: One Community, One Destiny", dan "Phnom Penh Agenda on ASEAN Community Building".  

Dalam dokumen "Phnom Penh Agenda" disebutkan, seluruh pemimpin negara anggota ASEAN sepakat, di antaranya untuk melipatgandakan upaya guna mewujudkan Masyarakat Ekonomi ASEAN pada 2015 dengan mengubah kawasan menjadi pasar tunggal dan basis produksi, serta kawasan yang sangat kompetitif dengan pembangunan ekonomi yang adil dan terintegrasi.  

Selain itu, seperti yang dikutip dari dokumen deklarasi Phnom Penh, ASEAN juga bersepakat untuk mempertahankan keutuhan dan kemakmuran di Asia Tenggara sebagai kawasan yang damai, stabil, aman, dan bekerja sama dengan menerapkan berbagai inisiatif dan perjanjian ASEAN.  

Adapun, KTT ke-20 dilaksanakan pada 3-4 April di ibu kota Kamboja dan membahas sejumlah agenda di antaranya tentang kemajuan dan tantangan yang dihadapi menuju Masyarakat ASEAN pada 2015, mencakup Masyarakat Politik-Keamanan, Masyarakat Ekonomi, dan Masyarakat Sosial-Budaya. [O-2]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!