SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Sabtu, 27 Desember 2014
BS logo

Buntut Pemerkosaan Terhadap Seorang Gadis, Muslim Rohingya Terus Ditekan
Sabtu, 21 Juli 2012 | 9:11

Kekerasan di Myanmar mengakibatkan sejumlah rumah dibakar. [Reuters] Kekerasan di Myanmar mengakibatkan sejumlah rumah dibakar. [Reuters]

[YANGOON] Warga Muslim Myanmar di negara bagian Rakhine, kembali mengalami serangan dan penangkapan semena-mena  beberapa minggu sesudah kerusuhan antar masyarakat, demikian laporan Amnesty International.

Status situasi darurat diberlakukan di Rakhine bulan Juni, setelah terjadi bentrok antara warga Budha dan Muslim.

Sejak itu, ratusan orang telah ditahan di daerah tempat suku Rohingya tinggal, demikian juru bicara Amnesty. Amnesty menuduh pasukan keamanan Myanmar dan juga warga Buddha Rakhine melakukan penyerangan dan pembunuhan terhadap warga Muslim dan pengrusakan harta benda mereka.

''Kaum minoritas Rohingya menjadi sasaran utama, ketika kerusuhan terjadi dan terus mengalami pelanggaran, dan kali ini dilakukan pasukan keamanan,'' kata peneliti Amnesty, Benjamin Zawacki kepada BBC.

Chris Lewa, Direktur Arakan Project, yang khusus membantu keberadaan suku Rohingya mengatakan bahwa ratusan warga Rohingya Muslim telah ditangkap, di antaranya diduga telah dipukuli dan bahkan disiksa.

''Setelah kerusuhan perlahan muncul fase baru pelanggaran yang bisa dikatakan direstui pemerintah, terutama di Maung Daw,'' kata Lewa.

Berbagai laporan menyebutkan, sikap pemerintah membiarkan remaja Rakhine untuk ikut memukuli orang Rohingya yang ditahan. Aparatur berwenang bahkan ikut menjarah rumah, toko, maupun harta milik warga Rohingnya.

Awal Kerusuhan


Kekerasan antara warga Buddha dan Muslim muncul ketika seorang perempuan Buddha diperkosa dan dibunuh pada bulan Mei.

Tak lama kemudian kejadian tersebut diikuti dengan serangan terhadap sebuah bus yang ditumpangi warga Muslim.

Keadaan menjadi tak terkendali, ketika warga Muslim membalas dendam dengan menyerang rumah warga Buddha. Kalangan Buddha ganti melakukan hal yang sama. Saling serang itu memaksa orang untuk mengungsi dan menewaskan banyak orang.

Keadaan tak terbantu, ketika Presiden Thein Sein awal bulan ini mengatakan, jalan keluar untuk warga Rohingya adalah deportasi atau dikirim ke kamp pengungsian. [BBC/L-8]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!