SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Jumat, 24 Oktober 2014
BS logo

Evakuasi Bangkai Kapal Costa Concordia Dimulai
Selasa, 17 September 2013 | 8:06

Kapal pesiar mewah Costa Concordia yang karang di di Pulau Giglio Italia. [Reuters] Kapal pesiar mewah Costa Concordia yang karang di di Pulau Giglio Italia. [Reuters]

[ROMA] Setelah karam selama 19 bulan di Pulau Giglio Italia, para pekerja mulai mengangkat bangkai kapal Costa Concordia.

Pekerjaan yang rumit dan berlangsung sangat lambat. Upaya pengangkatan bangkai kapal dimulai sejak Senin (16/9) pagi. Kapal itu ditarik dengan kawat-kawat baja dari satu sisi untuk ditegakkan.

Setelah itu, peti pelampung raksasa akan ditempelkan di kedua sisinya, supaya kapal itu bisa dibersihkan dan distabilkan. Upaya pengangkatan bangkai kapal sempat tertunda selama beberapa jam karena cuaca buruk.

Operasi ini merupakan operasi terbesar yang pernah dilakukan dalam teknologi maritim. Kapal yang tergeletak miring di atas karang di Pantai Giglio itu harus digulingkan sekitar 65 derajat untuk mencapai posisi tegak.

Para insinyur menggunakan pompa hidraulik dan konstruksi kotak pelampung yang rumit agar bangkai kapal bisa diselamatkan.

Kapal Pesiar Costa Condordia dengan panjang sekitar 300 meter dan bobot 114.000 ton itu menabrak karang bulan Januari 2012.

Ketika itu, kapal tersebut membawa lebih 4.200 penumpang. Sebanyak 32 penumpang tewas dalam kecelakaan itu.

Kapten kapal Francesco Schettino harus menghadapi proses pengadilan karena kecelakaan itu.

Operasi Mahal

Misi penyelamatan bangkai kapal sudah menelan biaya sedikitnya 600 juta Euro. Jika upaya penyelamatan tidak berjalan lancar, biayanya mungkin jauh lebih besar lagi.

Misi ini terutama dilakukan untuk mencegah kerusakan lingkungan di pulau wisata Giglio. Upaya menegakkan badan kapal diperkirakan makan waktu sampai 12 jam, demikian keterangan dari tim penyelamat.

Metode penegakkan kapal yang disebut Parbuckling ini sudah sering diterapkan, tapi belum pernah pada kapal sebesar ini.

Semua langkah penyelamatan diawasi dengan puluhan kamera, kata anggota tim penyelamat Sergio Girotto. Semuanya tergantung pada ketahanan badan kapal yang mengalami kerusakan di satu sisinya.

Sebelum operasi penyelamatan dilakukan, bahan bakar yang tersisa di lambung kapal sudah disedot dan dipindahkan. Perairan di sekitar kapal selalu diawasi berkaitan dengan bahan-bahan kimia beracun yang masih tersisa.

Setelah kapal ditegakkan, para teknisi akan mulai melakukan stabilisasi badan kapal. Pekerjaan ini diperkirakan akan berlangsung selama beberapa bulan. Setelah itu baru kapal bisa ditarik ke tempat lain.

Masih belum jelas, ke pelabuhan mana kapal tersebut akan dibawa. Tim penyelamat sudah bekerja selama setahun lebih.

Tim ini terdiri dari sekitar 500 teknisi yang berasal dari 26 negara. [DPA/Rtr/DW/L-8]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!