SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Kamis, 23 Oktober 2014
BS logo

Hollande Menang Tipis, Pilpres Prancis ke Putaran Dua
Senin, 23 April 2012 | 11:50

Calon presiden Prancis dari Partai Sosialis Francois Hollande mengacungkan tangan usai menyampaikan pidatonya di Tulle, Prancis, Minggu (22/4) [AP] Calon presiden Prancis dari Partai Sosialis Francois Hollande mengacungkan tangan usai menyampaikan pidatonya di Tulle, Prancis, Minggu (22/4) [AP]

[PARIS] Pemimpin partai Sosialis, Francois Hollande telah mengalahkan kandidat presiden incumbent  Nicolas Sarkozy dalam pemilihan umum presiden putaran pertama Prancis, Minggu (22/4). Dari hasil penghitungan 93 persen suara, Hollande berhasil meraih 28,4 persen dan Sarkozy 27 persen, sementara posisi ketiga dipegang oleh Le Pen dengan meraih 18,3 persen. Hollande dan Sarkozy akan menghadapi pilpres putaran kedua pada 6 Mei mendatang.  

“Pertama, saya memimpin di antara para kandidat, hari ini saya merupakan kandidat terbaik untuk menjadi presiden Prancis berikutnya. Putaran pertama merupakan sebuah hukuman dan penolakan terhadap incumbent,” ucap Hollande mengklaim kemenangan. Sarkozy berjanji akan berusaha melakukan perubahan positif dalam pilpres putaran pertama.  

Dia menjelaskan bahwa dirinya mengerti hasil buruk yang diperolehnya dikarenakan kegelisahan dan penderitaan di tengah kekacauan ekonomi global.   

“Kita bisa masuk putaran kedua dengan percaya diri dan sekarang saya meminta kepada semua rakyat Prancis yang menaruh patriotisme atas keberpihakan atau kepentingan khusus untuk bersatu dan bergabung dengan saya,” kata Sarkozy kepada wartawan.  

Ditegaskan Sarkozy, partainya akan berjuang melawan relokasi pekerjaan, mengontrol imigrasi, menempatkan nilai-nilai kerja dan keamanan.  

Sebuah jajak pendapat dari tiga lembaga survei Ipsos, CSA, dan IFOP menunjukkan Hollande diperkirakan akan memenangkan pilpres putaran kedua 6 Mei. Dari hasil jajak pendapat itu juga menunjukkan kegelisahan warga Prancis terkait lapangan pekerjaan dan pendapatan personal.  

Sarkozy berjuang menghindari hanya menjalani satu periode kepresidenan. Sarkozy telah menyatakan dia akan mundur dari panggung politik jika dia kalah. Kampanye antara Hollande dan Sarkozy dapat dipastikan bertarung untuk merebut suara pemilih Le Pen dalam putaran kedua.  

Dalam jajak pendapat Institut IFOP menunjukkan bahwa 48 persen pendukung Le Pen akan beralih memilih Sarkozy dan 31 persen kepada Hollande. Sementara jajak pendapat OpinionWay menunjukkan 18 persen pendukung Le Pen akan mendukung Sosialis dan 39 persen pada Sarkozy.  

 “Mulai besok, kita tidak lagi dalam kasus sembilan kandidat melawan Nicolas Sarkozy, tetapi akan satu lawan satu, Nicolas Sarkozy melawan Francois Hollande, maka saya kira kompetisi akan berbeda,” kata Jean-Francois Cope, ketua partai Serikat Gerakan Populer, partai Sarkozy.  

Sementara kandidat presiden sayap kiri Jean-Luc Melenchon, berada di urutan keempat, menyerukan kepada para pendukungnya untuk menggulingkan Sarkozy. Partai oposisi sayap kiri tidak pernah memenangkan pemilihan presiden dalam 25 tahun terakhir. Jajak pendapat meramalkan bahwa partai sayap kiri akan mengalahkan partai pemerintah.  

Krisis utang zona euro, tingkat pengangguran tinggi dan pertumbuhan ekonomi lambat telah menjadi isu utama selama Kampanye Prancis. Sarkozy berusaha membela kinerja pemerintahannya, dan Hollande berjanji mendorong peningkatan belanja.  

Francois Hollande telah mendapatkan popularitas melebihi Nicolas Sarkozy. Hollande  berjanji akan menaikkan pajak bagi para konglomerat Prancis, dan berniat mendongkrak posisi internasional Prancis di Uni Eropa. Jika kandidat Sosialis itu terpilih, Prancis akan menjadi satu-satunya negara besar Uni Eropa dipimpin oleh politisi sayap kiri. Inggris, Jerman dan Spanyol memiliki pemerintah konservatif, sementara Italia memiliki pemerintahan teknokrat. [AFP/AP/D-11]    




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!