SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Minggu, 26 Oktober 2014
BS logo

Hun Sen: Menteri Ekonomi ASEAN Perlu Pererat Kerjasama Dengan Lembaga Peneliti Ekonomi
Selasa, 3 April 2012 | 15:06

Yingluck Shinawatra berjabatan tangan dengan Hun Sen [AP] Yingluck Shinawatra berjabatan tangan dengan Hun Sen [AP]

[PNOMPH PENH] Guna mencapai  Komunitas Ekonomi ASEAN (ASEAN Economic Community/AEC) pada 2015 mendatang, menteri ekonomi se-ASEAN dirasa perlu untuk menjalin kerjasama yang lebih erat lagi dengan lembaga-lembaga penelitian ekonomi.  Pasalnya, pembentukan komunitas ASEAN itu mendesak mengingat banyak negara maju di dunia yang merevisi pertumbuhan ekonominya akibat terkena imbas dari krisis finansial global.  

Demikian disampaikan Perdana Menteri Kamboja Hun Sen dalam KTT ASEAN ke-20 di Peace Palace, Pnomph Penh, Kamboja, Selasa (3/4). Ketua ASEAN 2012 itu menambahkan, ASEAN perlu diwujudkan sebagai pasar tunggal dan basis produksi, dengan aliran bebas barang, jasa, investasi, dan disertai tenaga kerja terampil.  

“Oleh karena itu, kita harus meletakkan prioritas atas langkah-langkah konkrit untuk mengatasi semua tantangan dan menjembatani kesenjangan yang merupakan hambatan untuk realisasi AEC  seperti yang direncanakan. Untuk tujuan ini, kita harus mendorong menteri ekonomi ASEAN untuk lebih erat lagi bekerja sama dengan lembaga penelitian ekonomi untuk ASEAN dan Asia Timur,” jelasnya.  

Langkah itu, tambah Hun Sen, perlu dilakukan  untuk menghasilkan masukan untuk menutup kesenjangan implementasi termasuk penguatan kelembagaan kapasitas dan koordinasi, yang mana hal itu dikhawatirkan bisa menghambat realisasi AEC pada tahun 2015.  

Dalam KTT ASEAN ke-20 yang bertepatan dengan perayaan ulang tahun ke-45 ASEAN, sambung dia, negara-negara di Asia Tenggara telah mengalami transformasi besar sejak pendiriannya, dari daerah dilanda konflik, kesengsaraan dan kemiskinan hingga ke wilayah perdamaian, stabilitas dan pembangunan. 

Bahkan, setelah lebih dari empat dekade pembangunan, saat ini ASEAN telah menjadi sebuah entitas politik dan ekonomi terintegrasi, dan juga pemain berpengaruh di Asia dan merupakan mitra strategis yang tak terpisahkan dari negara-negara besar dan organisasi di dunia.   Namun demikian, bersama dengan kesuksesan dan prestasi yang dibuat ASEAN sejauh ini, perlu diakui ada beberapa tantangan yang perlu ditangani dalam rangka mewujudkan tujuan ASEAN “One Community-One Destiny” antara lain krisis keuangan, harga minyak yang terus meningkat, krisis pangan, bencana alam, terorisme, dan tak ketinggalan gejolak sosial dan politik yang sedang berlangsung di Timur Tengah dan Afrika Utara.  

Untuk itu, Hun Sen meminta negara-negara di ASEAN untuk bisa melipatgandakan upaya untuk menjaga petumbuhan ekonominya dan memeratakan hasil pertumbuhannya, tak hanya di tingkat nasional tapi juga di tingkat regional antara negara ASEAN. “Dalam wilayah ini, meskipun kesenjangan pembangunan di antara anggota ASEAN telah terasa menyempit, tapi ini masih besar. Ini mengharuskan kita untuk melipatgandakan usaha kita untuk mempromosikan pertumbuhan lebih lanjut dan meningkatkan pemerataan hasil pertumbuhan baik di tingkat nasional dan regional antara negara anggota,” katanya.    

Adapun, efektivitas ASEAN dalam infrastruktur fisik dan kelembagaan adalah kunci untuk mempersempit kesenjangan pembangunan dan memastikan keberhasilan integrasi ASEAN. Untuk mencapai tujuan ini, ASEAN telah mengadopsi dan mengimplementasikan "Master Plan on ASEAN Connectivity". Di mana, dalam hal ini perlu menarik mitra utama ASEAN serta perluasan ASEAN Infrastructure Fund (AIF) melalui dukungan dari Asian Development Bank (ADB) dan juga sektor swasta. [O-2]    




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!