SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Selasa, 30 September 2014

Kekerasan Agama Meluas Di Myanmar
Kamis, 28 Maret 2013 | 6:31

Orang-orang membawa senjata dalam kerusuhan sektarian antara warga Budha dan Muslim di Kota Meikhtila, Myanmar. [Reuters] Orang-orang membawa senjata dalam kerusuhan sektarian antara warga Budha dan Muslim di Kota Meikhtila, Myanmar. [Reuters]

[BANGKOK] Aparat keamanan Myanmar masih berusaha menghentikan kekerasan komunal yang merambat ke daerah-daerah di utara kota terbesar, Rangoon.

Media pemerintah melaporkan, aparat keamanan mengeluarkan tembakan ke udara untuk membubarkan sekitar 500 orang Buddha yang marah dan yang menyerang sasaran-sasaran kelompok Muslim.

Pihak berwenang memberlakukan larangan keluar rumah di lima perkampungan di Distrik Bago, setelah kelompok Buddha menyerang masjid-masjid dan tempat-tempat Muslim.  

Seorang juru bicara kepolisian mengatakan, polisi menyelidiki laporan-laporan bahwa kelompok-kelompok teroganisasir mendalangi serangan terhadap komunitas Muslim.  

Kerusuhan berbau agama pecah di Meikhtila, Burma tengah, pada 20 Maret. Kekerasan dipicu oleh percekcokan antara pemilik toko emas dari komunitas Muslim dengan konsumen dari komunitas Buddha.

Menurut pihak berwenang, situasi di Meikhtila sendiri kini kembali tenang. Namun kerusuhan merambat ke daerah-daerah lain di luar Meikhtila.

Kepolisian dibantu oleh militer untuk menghentikan kekerasan sektarian. Panglima Angkatan Bersenjata Burma Jenderal Min Aung Hlaing telah berjanji bahwa militer akan melindungi semua minoritas di negara itu.

"Kemerdekaan kita berasal dari seluruh rakyat Burma termasuk etnik minoritas, oleh karena itu kita harus melindunginya. Mengenai konflik yang berkembang sekarang, militer tidak menghendaki hal itu terjadi lagi," kata Jenderal Min Aung Hlaing pada Klik peringatan Hari Angkatan Bersenjata, Rabu (27/3).  

Kekerasan selama sekitar satu minggu di Burma tengah telah menelan sedikitnya 40 orang. [BBC/L-8]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!