SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Kamis, 23 Oktober 2014
BS logo

Korban Tragedi Pabrik Garmen Bangladesh Tembus 400 Jiwa
Kamis, 2 Mei 2013 | 15:24

Warga Bangladesh mengubur jenazah para pekerja garmen yang tewas, Rabu (1/5) akibat runtuhnya pabrik garmen di Dhaka, Bangladesh. [AFP]
Warga Bangladesh mengubur jenazah para pekerja garmen yang tewas, Rabu (1/5) akibat runtuhnya pabrik garmen di Dhaka, Bangladesh. [AFP]

[DHAKA} Pada Rabu (1/5), tim penyelamat Bangladesh mengatakan setidaknya 550 orang kemungkinan telah meninggal dalam tragedi runtuhnya pabrik garmen Rana Plaza, di Dhaka.

Saat buldoser dan derek alat berat bekerja memindahkan reruntuhan gedung, seorang perwira militer senior mengatakan jumlah korban yang dipastikan tewas telah mencapai 411 orang, sementara sekitar 140 orang masih hilang.

Tragedi pabrik garmen Rana Plaza menjadi kecelakaan industri terburuk di negara miskin Bangladesh. Tragedi ini telah memusatkan perhatian pada kondisi rawan bahaya di pabrik-pabrik Bangladesh yang menyuplai busana label Barat.

Hingga Rabu (1/5), tragedi Bangladesh masih memicu puluhan ribu demonstran ke jalan-jalan Dhaka. Pekerja memegang spanduk merah berteriak "Gantung para pembunuh, Gantungkan Pemilik Pabrik!" saat konvoi May Day yang sebagian besar berlangsung damai.

Di kuburan pemerintah Dhaka, sekitar 2.000 orang hadir saat 32 mayat yang tidak dikenal dikuburkan di sebuah kuburan massal tanpa nisan. Pada saat itu, warga dikejutkan oleh ulah adik satu korban tewas ternyata mengenali mayat saudaranya selang beberapa menit sebelum jenazahnya diturunkan ke dalam tanah. Dia membawa jenazah itu pergi untuk dimakamkan secara terpisah oleh pihak keluarga.

Tak lama setelah kejadian dramatis itu, mayat-mayat yang tersisa diturunkan ke dalam tanah di lokasi pemakaman di Jurain, di pinggiran selatan Dhaka. Lokasi pemakaman berdekatkan dengan makam 51 korban kebakaran pabrik garmen pada November yang menewaskan 111 orang. [AFP/ U-5]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!