SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Minggu, 23 November 2014
BS logo

Anugerah 50 Tahun Imamat
Rabu, 22 September 2010 | 14:04

Pastor dan Filsuf Cornelius Adrianus Maria Bertens merayakan Misa Pesta Emas Imamat-nya bersama keluarga besar Civitas Akademik Universitas Katolik Atma Jaya, Jumat (17/9). [SP/Daurina Lestari Sinurat] Pastor dan Filsuf Cornelius Adrianus Maria Bertens merayakan Misa Pesta Emas Imamat-nya bersama keluarga besar Civitas Akademik Universitas Katolik Atma Jaya, Jumat (17/9). [SP/Daurina Lestari Sinurat]

“Aku bersyukur kepada Dia yang menguatkan aku, yaitu Kristus Yesus Tuhan kita. Karena Ia menganggap aku setia dan mempercayakan pelayanan ini kepadaku.” (1 Timotius 1:2)

Firman itu menjadi ungkapan perasaan Pastor dan Filsuf Kees Bertens setelah 50 tahun Imamat, mengabdi kepada Tuhan dan sesama. Dia menganggap, 50 tahun mengabdi tidak lagi dianggap sebagai prestasi, tetapi adalah anugerah.

Kees Bertens adalah seorang rohaniwan dan tokoh etika Indonesia. Misionaris asal Belanda itu juga merupakan akademisi dan penulis lima buku etika.

Pria bernama lengkap Cornelius Adrianus Maria Bertens itu, merayakan Misa Pesta Emas Imamat-nya bersama keluarga besar Civitas Akademik Universitas Katolik Atma Jaya, Jumat (17/9). Bertens memasuki Misionaris Hati Kudus pada tahun 1955 dan ditahbiskan sebagai imam pada tahun 1960.

Romo berusia 74 tahun itu, selama 50 tahun berhasil mempertahankan imannya dan semangatnya dalam melayani Tuhan dan sesama. “Saya mengucap syukur kepada Yesus Kristus yang telah memberikan anugerah ini. Misa 50 tahun Imamat ini menjadi bentuk ucapan syukur saya kepada Tuhan,” ujarnya dalam sambutan komini Perayaan Ekaristi Syukur 50 Tahun Imamat Pastor Kees Bertens.

Diminta ke Indonesia
Bertens belajar filsafat dan teologi di seminari di Belanda, dan melanjutkan studinya di jurusan filsafat di Universitas Leuven, Belgia (salah satu universitas tertua di Eropa), di mana ia meraih gelar Doctor of Philosophy (Ph.D) pada tahun 1968. Pada tahun yang sama, ia diminta menjadi misionaris ke Indonesia. Padahal ketika itu, ia sangat berkeinginan melayani di Filipina, akan tetapi ia taat akan permintaan Misionaris Hati Kudus untuk ke Indonesia karena kebutuhan Indonesia akan dosen filsafat lebih besar.

Pelayanannya di Indonesia dimulai di Manado dengan mengajar di Universitas Kristen Indonesia Tomohon. Bertens telah berkarya selama 42 tahun di Indonesia. Dia membantu di Paroki St Yohanes Penginjil, Blok B, Jakarta selama 31 tahun.

Selain aktif sebagai rohaniwan gereja Katolik di Jakarta, ia mengajar filsafat sistematis dan sejarah filsafat di berbagai perguruan tinggi di Indonesia, sejak tahun 1983. Bertens mengajar etika di Fakultas Ekonomi dan Kedokteran Universitas Atma Jaya.

Bertens menuturkan, sebagai akademisi dan sebagai imam sebuah tugas yang tidak terpisahkan. Bahkan aktivitasnya di Unika Atma Jaya lebih banyak bertindak sebagai akademisi hingga semua dosen dan mahasiswa Atma Jaya lupa bahwa ia juga seorang imam dan aktivis di Pastoral Atma Jaya.

Seorang imam memiliki tugas tersier sebagai di bidang akademik. Dia tidak hanya mengajar teologi Katolik, tapi juga mengajar pendidikan rasional seperti etika dan filsafat. “Dengan itu, kita bisa mendekati golongan non-Katolik. Selama di Indonesia, saya tidak pernah mengalami apa yang dialami oleh HKBP, tetapi saya selalu memiliki hubungan baik dengan golongan lain karena saya bergaul dengan kalangan akademisi, mereka orang yang berpendidikan, terbuka, dan mau bekerja sama,” katanya.

Pada Juni tahun 2011, Mantan Ketua Perhimpunan Dosen Etika Seluruh Indonesia itu akan pensiun sebagai dosen. Namun, baginya tugas sebagai imam tidak akan pensiun karena imam adalah untuk selama-salamanya. Bertens berhasil mempertahankan iman dan komitmennya sebagai pastor karena ia tahu harus konsekuen dan tetap pada jalurnya dan tidak berpaling.

“Ini semua karena rahmat Tuhan, sekarang saya harus menyelesaikan dengan baik,” ujarnya. [SP/Daurina Lestari Sinurat]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



Data tidak tersedia.
Data tidak tersedia.