SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Kamis, 23 Februari 2017
BS logo

H-1 Distribusi Surat Suara Pilkada Bekasi 100% Sudah di PPS
Selasa, 14 Februari 2017 | 12:08

Ilustrasi Pilkada [istimewa] Ilustrasi Pilkada [istimewa]

[BEKASI] Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, mengatakan sejauh ini distribusi surat suara belum mengalami kendala yang berarti. Saat ini, distribusi surat suara telah tiba di sekretariat Panitia Pemungutan suara (PPS), tingkat desa/kelurahan.

"Sejauh ini, distribusi surat suara sudah 100% tiba di sekretariat PPS, sesuai dengan jadwal dan belum terkendala yang berarti," ujar Ketua Panwaslu Kabupaten Bekasi, Akbar Khadafi, Selasa (14/2).

Dia mengatakan, sesuai jadwal H-1‎ pencoblosan surat suara sudah berada di tingkat desa/keluarahan. Ada sebanyak 180 desa‎, 7 kelurahan yang tersebar di 23 kecamatan se-Kabupaten Bekasi.

"‎Ada beberapa TPS (tempat pemungutan suara) yang jaraknya sangat jauh dengan sekretariat PPS, sehingga petugas KPPS mengambil surat suara dan ditempatkan di dalam TPS hari ini, agar memudahkan saat hari pencoblosan besok. Tentu dengan dengan penjagaan dan pengawasan," ujarnya.

Dia mencontohkan, ada beberapa PPS yang tersebar di Kecamatan Muaragembong, yang akan mengambil surat suara pada hari ini untuk memudahkan saat pencoblosan besok. "Lokasi TPS yang berjauhan dengan sekretariat PPS‎, bisa mengambil surat suara hari ini karena apabila diambil besok pagi, terkendala jarak dan waktu yang mepet. Sudah ada laporan dari PPS yang ada di Kecamatan Muaragembong akan mengambil surat suara dan disimpan di lokasi TPS pada H-1," ujarnya.

Dia menjelaskan, beberapa TPS yang berada di Muaragembong rawan banjir sehingga distribusi surat suara menjadi perhatia‎n serius Panwaslu Kabupaten Bekasi. Terkait dengan kecurangan Pilkada seperti "money politic" pihaknya berharap kepada warga yang menemukan kasus seperti itu untuk segara melaporkan kepada pengawas setempat.

"Memang ada informasi awal terkait 'money politic' namun setelah kami telusuri informasi tersebut tidak benar. Kami mengimbau dan berharap kepada warga untuk melaporkan kepada pengawas setempat apabila menemukan kecurangan Pilkada," imbuhnya.

Sebelumnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bekasi telah melaporkan dana penerimaan dan pengeluaran kampanye pasangan calon bupati dan wakil bupati. Menurut, Ketua KPU Kabupaten Bekasi, Idham Holik, pasangan Meiliana Kartika Kadir-Abdul Kholik memperoleh dana kampanye sebesar Rp 2,8 miliar. "Pasangan nomor urut 1 ini menghabiskan dana kampanye sebesar Rp 2,3 miliar," ujar Idham Holik.

Lalu, pasangan Sa'duddin-Ahmad Dhani mencapai Rp 2,4 miliar. Pasangan Obon Tabroni-Bambang Sumaryana mengumpulkan dana kampanye Rp 2,4 miliar dan menghabiskan dana sebesar Rp 2,3 miliar.

Sedangkan, pasangan Iin Farihin-KH Mahmud mengumpulkan dana kampanye sebesar Rp 40,5 juta. Terakhir, pasangan petahana Neneng Hasanah Yasin-Eka Supria Atmaja melaporkan dana kampanye hingga Rp 3 miliar. "Pasangan nomor urut 5 ini menghabiskan dana kampanye sebesar Rp 2,9 miliar," ucapnya.

Dia memastikan, hasil dari pencermatan penerimaan dan penggunaaan dana kampanye tersebut, semua laporan sesuai dan layak. ‎[160]




Kirim Komentar Anda


Pasang iklan disini via B1 Ads