SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Senin, 27 Maret 2017
BS logo

PAN dan PKB Diprediksi Akan Alihkan Dukungan ke Basuki-Djarot
Kamis, 16 Februari 2017 | 12:22

Ilustrasi Pilgub DKI Jakarta [okezone] Ilustrasi Pilgub DKI Jakarta [okezone]

[JAKARTA] Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI nomor urut 2, Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat dan pasangan calon nomor urut 3, Anies Baswedan-Sandiaga Uno kemungkinan besar akan saling berhadapan pada putaran kedua Pilkada DKI yang bakal digelar April mendatang. Berdasar perhitungan cepat atau quick count sejumlah lembaga survei sejauh ini, pasangan Basuki-Djarot unggul dengan selisih suara yang tak lebih dari lima persen dibanding pasangan Anies-Sandi. Sementara pasangan calon nomor urut 1, Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni diperkirakan akan tersingkir karena hanya mampu meraup suara tak lebih dari 20 persen.

Pada putaran kedua nanti, Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang sebelumnya mendukung pasangan Agus-Sylvi diprediksi akan mengalihkan dukungannya kepada pasangan Basuki-Djarot. Hal ini lantaran dua partai berbasis Islam tersebut merupakan partai pendukung pemerintah. PAN, dan PKB akan bergabung dengan partai pendukung pemerintah lainnya, yakni PDIP, Nasdem, Golkar, Hanura, dan PPP yang lebih dulu mendukung pasangan Basuki Djarot.

"PKB dan PAN yang bergabung di AHY (Agus Harimurti Yudhoyono) mungkin akan memindahkan dukungannya pada Ahok-Djarot mengingat kedua parpol tersebut saat ini berada dalam barisan status-quo Jokowi," kata Sekjen Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP), Englebert Jojo Rohi kepada SP, Rabu (15/2) malam.

Jojo menambahkan, selain dari dukungan PAN dan PKB, pasangan Basuki-Djarot juga harus mampu memainkan the bandwagon effect jika ingin keluar sebagai pemenang. The bandwagon effect merupakan fenomena psikologis yang memengaruhi kecenderungan orang untuk memilih berdasarkan pilihan kebanyakan orang."Bila timses Ahok-Djarot bisa memainkan Bandwagon Effect dengan baik, maka menanglah mereka di putaran kedua nanti,"

Menurut Jojo, jika mampu memainkan the bandwagon effect, Basuki-Djarot mampu merebut suara yang saat ini masih netral atau para pemilih Agus-Sylvi. Hal ini karena masyarakat memiliki kecenderungan untuk ikut memilih arus yang lebih besar. Masyarakat, kata Jojo tidak mau mendukung pasangan calon yang suaranya lebih sedikit atau bakal kalah. Sebaliknya, pasangan Basuki-Djarot akan takluk jika tidak dapat memainkan the bandwagon atau pasangan Anies-Sandi mampu membendung efek ini, "Sebaliknya, bila kubu Anies-Sandiaga punya strategi khusus utk membendung Bandwagon Effect, maka tentu ceritanya akan bisa berbeda," katanya. [F-5]




Kirim Komentar Anda


Pasang iklan disini via B1 Ads