SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Senin, 24 November 2014
BS logo

Tawuran SMAN 6-SMAN 70 , Ciri Pelaku Sudah Teridentifikasi
Selasa, 25 September 2012 | 11:13

Tawuran pelajar SMA 70 dan SMA 6 Jakarta. [google] Tawuran pelajar SMA 70 dan SMA 6 Jakarta. [google]

[JAKARTA] Polres Jakarta Selatan memeriksa empat orang sebagai saksi, terdiri dari dua siswa dan dua guru terkait kasus tawuran antara SMAN 6 dan SMAN 70 yang menewaskan Alawi Yustianto Putra (15), Senin (24/9) siang. Selian itu, polisi masih mengejar sesorang siswa berinisial F yang diduga menjadi pelaku pembunuhan dalam tawuran itu.  

Kapolres Jakarta Selatan, Kombes Pol Wahyu Hadiningrat, di sela-sela serah terima jabatan Kepala Biro Operasi Polda Metro, Jakarta Selasa (25/9) pagi mengatakan, pemeriksaan keempat saksi tersebut terus didalami dan tidak menutup kemungkinan, jumlah saksi yang dimintai keterangan akan bertambah. “Keempat saksi itu telah memberikan keterangan sesuai apa yang mereka ketahui sebelum dan pascainsiden tawuran yang menewaskan seorang pelajar,” kata Wahyu.  

Sementara itu, Pembina Kesiswaan SMUN 6 Bulungan, Husniwati, mengatakan kedua sekolah saat ini diliburkan pascatawruan. “Kami libur empat hari, begitu juga SMAN 70. Selama waktu itu kami terus melakukan upaya konsolidasi antar kedua sekolah,” jelasnya, Selasa (25/9) pagi.  

Sementara itu secara terpisah, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta meminta polisi mengusut tuntas kasus tewasnya siswa SMAN 6 Jakarta, Alawi Yusianto Putra (15). “Kejadian ini bukan menggambarkan orang yang menjadi pelajar sekolah. Peristiwa ini harus diusut tuntas dan patut ditindak tegas,”  tegas Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Taufik Yudi Mulyanto, Senin (24/9).  

Disdik DKI, sambung Taufik, sangat sedih dan prihatin atas kejadian ini. Kejadian ini bahkan  sudah terkesan terencana karena kejadiannya cepat dan para pelaku mempersenjatai diri dengan senjata tajam.   Taufik juga mengatakan, semua pihak harus mengawal dari aspek hukum walaupun para pelaku masih merupakan siswa SMA. Dalang dari tawuran ini harus diselidiki dan jangan langsung menyalahkan pihak sekolah.  

“Harusnya pelaku lebih dulu yang dikejar, jangan langsung sekolahnya. Karena tidak mungkin dari 1.000 orang yang ada di sekolah, perilakunya sama semua,” katanya.  

Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo juga menegaskan, tewasnya siswa salah satu SMAN 6 tidak menggambarkan sebagai seorang pelajar. Fauzi juga menyatakan keprihatinan mendalam atas kejadian itu.   Fauzi mengaku, hingga kini, pihaknya belum mengetahui faktor penyebab tewasnya Alawi Yusianto Putra. Pemprov DKI, masih akan menunggu penyelidikan dari kepolisian yang menangani kasus kini.  

“Terlebih peristiwa ini masuk dalam kasus pidana. Kami akan lihat perkembangannya. Jangan sampai berkembang sampai merugikan semua pihak. Kita tunggu kepolisian, ini sudah masuk kasus tindak pidana. Kita minta laporan dari pihak-pihak terkait," kata Fauzi.  

Meski kedua sekolah yakni SMAN 6 dan SMAN 70 sering terlibat tawuran, namun Fauzi tidak berencana memindahkan salah satu sekolah tersebut. Karena menurutnya, memindahkan sekolah belum tentu menyelesaikan masalah. [H-14/Y-7/G-5]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!