SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Sabtu, 25 Oktober 2014
BS logo
NASIONAL


TAJUK RENCANA

Abaikan Tekanan Partai

Masyarakat awam dan kalangan pebisnis menunggu pengumuman kabinet pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla. Kita ingin tahu kapan diumumkan. Lebih penting lagi adalah siapa saja sosok yang bakal menduduki kursi pembantu presiden. Jumat, 24 Okt 2014 | 22:19

Berpolitik untuk Rakyat

Terima Kasih Pak SBY

Biarkan Rakyat Berpesta

SUARA PEMBACA

Terima Kasih SBY

Di berbagai tempat di Jakarta kita temukan spanduk ucapan terimakasih kepada Presiden SBY yang hari ini mengakhiri masa jabatannya sebagai Presiden Republik Indonesia selama 10 tahun. Rabu, 22 Okt 2014 | 11:17

Belajar Kesantunan Politik dari Jokowi dan Prabowo

Membangun Karakter Pemuda Indonesia

Isu Penjegalan Pelantikan Jokowi-JK


Selengkapnya »

BERITA UTAMA LAIN

Khofifah Dikunjungi Guru Spritualnya Jelang Pengumuman Kabinet

[JAKARTA] Khofifah Indar Parawansa yang disebut-sebut sebagai calon menteri dikunjungi salah satu guru spiritualnya Gus Edy Lukmanul Karim bin Abdullah Fattah menjelang pengumuman kabinet Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla. Jumat, 24 Okt 2014 | 22:47

Prajurit TNI Renovasi Rumah Penduduk Miskin di Kediri

[KEDIRI] Ratusan prajurit TNI berbaur dengan warga masyarakat melakukan aksi mulia dengan merenovasi rumah penduduk miskin yang dibuka secara langsung oleh Panglima TNI Jenderal TNI Dr Moeldoko pada acara Pencanangan Bhakti TNI renovasi Rumah Tinggal Layak Huni (RTLH) ke-10 bekerja sama dengan Pemprov Jawa Timur tahun 2014, di lapangan Desa Bogo, Kecamatan Plemahan, Kediri, Jawa Timur, beberapa waktu yang lalu. Jumat, 24 Okt 2014 | 22:41

JK : Masih Empat Nama yang Perlu Penilaian KPK

[JAKARTA] Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) menegaskan sampai Jumat (24/10) malam sekitar pukul 19.00 WIB, masih ada empat nama calon menteri yang harus mendapatkan penilaian dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Jika keempat nama itu sudah dinyatakan bersih oleh KPK maka kabinet bisa diumumkan malam ini juga. Jumat, 24 Okt 2014 | 22:09

KPK dan PPATK Perlu Transparan Umumkan Nama Calon Menteri Bertanda Merah

[JAKARTA] Pengamat politik dari IndoStrategi Andar Nubowo meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk memplublikasikan nama-nama calon menteri yang bertanda merah kepada publik. Jumat, 24 Okt 2014 | 22:05

Surya Paloh Menghadap Jokowi di Istana

[JAKARTA] Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh (SP) di Istana Presiden, Jakarta, Jumat (24/10) malam sekitar pukul 21.00 WIB. SP datang bersama Putra Nababan menemui Jokowi. Jumat, 24 Okt 2014 | 21:50

Boni Hargens: Jokowi Serius Wujudkan Kabinet Bersih

[JAKARTA] Pengamat politik Boni Hargens menilai Presiden Joko Widodo serius membangun kabinet bersih dengan melibatkan KPK dan PPATK dalam memberikan penilaian terhadap daftar calon menteri. Boni mengakui bahwa memilih menteri merupakan ekspresi hak prerogatif presiden dalam membuat keputusan. Jumat, 24 Okt 2014 | 21:46

Jokowi Pernah Komunikasi dengan Ketua Majelis Syura PKS?

[JAKARTA] Joko Widodo (Jokowi) sebelum dilantik sebagai presiden pada 20 Oktober lalu menggelar pertemuan dengan sejumlah ketua umum (ketum) partai politik (parpol). Adapun para ketum itu di antaranya Ketum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Prabowo Subianto, Ketum Partai Golkar Aburizal Bakrie dan Ketum Partai Amanat Nasional (PAN) Hatta Rajasa. Jumat, 24 Okt 2014 | 21:40

Jokowi Diminta Imbau KIH Serahkan Nama-nama Anggota pada AKD

[JAKARTA] Empat fraksi yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Hebat (KIH) yakni Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (FPDIP) ditambah Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (FPPP) didesak segera menyerahkan nama-nama anggotanya pada alat kelengkapan dewan (AKD). Pasalnya, DPR belum dapat bertugas jika lima fraksi tersebut urung diserahkan. Jumat, 24 Okt 2014 | 21:35

Apabila Kabinet Jokowi Mengambil Kebijakan Ini, Maka Pro Daerah

[JAKARTA] Pembangunan nasional juga berarti pembangunan daerah. Kabinet Presiden Joko Widodo akan gagal kalau pembangunannya hanya bertumpu di pusat saja. Jumat, 24 Okt 2014 | 21:28