SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Jumat, 19 Desember 2014
BS logo

7 Perusuh Ditangkap, Luwu Utara Berangsur Normal
Senin, 9 April 2012 | 11:27

Ilustrasi Ilustrasi

[MAKASSAR] Situasi keamanan di Kabupaten Luwu Utara (Lutra) Sulawesi Selatan (Sulsel), Senin (9/4), berangsur normal pascabentrok antarwarga Bali dan Toraja, di daerah pemukiman transmigran di Desa Kertaharjo, Kecamatan Mangkutana, Lutim, Sabtu (7/4) lalu. 

Tujuh orang, yang diduga pelaku pengeroyokan hingga menewaskan Dennys, juga sudah ditahan polisi.   Ketegangan dipicu oleh kematian Dennys. “Kondisi keamanan sudah pulih kembali. Hari ini warga sudah beraktivitas seperti biasa,” jelas Bupati Lutra, Andi Hatta Marakarma MP kepada SP, Senin pagi  

Menurut Kapolres Luwu Timur, AKBP Andi Firman,  aksi pengeroyokan itu terjadi Sabtu  malam. Saat itu, Dennys, warga asal Toraja habis menenggak minuman keras dan melintas di depan pos ronda.   Dennys diduga dalam keadaan mabuk, memalak warga. Karena dilawan, Dennys mengajak warga asal Bali yang sedang duduk santai di pos tersebut untuk berkelahi, namun tidak digubris.

Dennys kemudian pergi, namun selang beberapa menit muncul lagi dan kembali mengajak warga berkelahi.   

Kapolsek Mangkutana, AKP Muhammad Tanding mengatakan, hasil penyelidikan di lokasi kejadian, karena tak tahan lagi melihat ulah Dennys, warga pun beramai-ramai mengeroyoknya hingga babak belur dan  akhirnya meninggal dalam perawatan di Puskesmas.  

Akibat pengeroyokan ini, keluarga dan warga suku asal korban marah, mencari para pelaku dengan merazia warga tertentu.  Tak berhasil menemukan para pelaku, warga Toraja  mengancam hendak membakar rumah. Akibatnya, kedua kubu saling berhadapan dan siap saling serang dengan panah, tombak, dan papporo (senjata rakitan). Beruntung aparat keamanan bisa menghalau massa dan sejumlah senjata disita. Polisi  kini terus berjaga-jaga karena keluarga korban diisukan hendak membalas kematian Dennys.  

Menurut AKBP Andi Firman, kasus ini sangat rawan karena bernuansa suku, agama, ras dan antar golongan (Sara). Untuk itu, bantuan personel dari Brimob Polda di Baebunta dikerahkan ke lokasi.  

Bupati Lutra, Andi Hatta Marakarma juga turun langsung menenangkan warga. Dia melakukan pertemuan dengan tokoh masyarakat, agama, dan pemuda. [148]    




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!