SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Rabu, 1 Oktober 2014

Berpengaruh Pada Perubahan Iklim, Masyarakat Diminta Kurangi Sampah Hasil Konsumsi
Kamis, 30 Mei 2013 | 17:12

Tumpukan sampah [google] Tumpukan sampah [google]

[JAKARTA] Masyarakat perlu mengurangi sampah hasil konsumsi. Karena limbah hasil konsumsi bahan makanan dari tahun ke tahun menjadi ancaman bagi peningkatan gas rumah kaca, pemanasan global, dan perubahan iklim.

Menteri Lingkungan Hidup Balthasar Kambuaya mengatakan persoalan lingkungan tidak dapat dilihat sebagai suatu hal yang berdiri sendiri. Namun sangat terkait oleh perilaku manusia terutama dalam memenuhi kebutuhannya.

Menurutnya perubahan perilaku melalui gaya hidup tentu saja mengubah pola ekstraksi sumber daya alam dan energi. Untuk itu manusia didorong untuk tidak menggunakan sumber daya alam secara berlebihan.

"Food waste atau sampah sisa makanan dari tahun ke tahun meningkat bahkan meningkat 30 persen setiap tahunnya. Hal itu menjadi ancaman meningkatnya gas rumah kaca, climate change dan kita harus mengendalikan pola konsumsi kita," katanya di sela-sela pembukaan Pekan Lingkungan Indonesia (PLI) 2013 di Jakarta Convention Center, Kamis (30/5).

PLI 2013 merupakan ajang kampanye lingkungan untuk mempengaruhi perilaku masyarakat untuk beralih kepada perilaku ramah lingkungan.

PLI 2013 berlangsung 30 Mei-2 Juni 2013 diisi beragam acara seperti seminar, pameran dan berbagai perlombaan. Mengambil tema Ubah Perilaku dan Pola Konsumsi Untuk Selamatkan Lingkungan mengikuti tema Hari Lingkungan Hidup Sedunia yaitu Think.Eat.Save.

Tema ini dimaksudkan untuk memberikan gambaran yang mudah serta membuka kesadaran atas pentingnya menyikapi pemanfaatan mata rantai makanan dan sumber daya alam termasuk pemanfaatan bahan makanan secara bijak.

Kambuaya menambahkan selain konsumen yang perlu bijak dalam pola konsumsi, produsen juga harus melakukan produksinya dengan bertanggung jawab. "Dengan bertambahnya food waste, mendorong bertambahnya lahan yang ikut rusak," ucapnya.

Pada kesempatan ini, Menteri Lingkungan Hidup juga menyerahkan sertifikat akreditasi lembaga pelaksana pendidikan dan pelatihan untuk jenis diklat penyusunan Amdal bagi pusat penelitian dan pengelolaan lingkungan hidup lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyarakat PPLH-LPPM Universitas Sebelas Maret, Surakarta dan Pusat Penelitian dan Pengelolaan Lingkungan Hidup PPLH Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin.

Selain itu dilakukan pula penandatangan nota kerja sama tripatrit antara Kementerian Lingkungan Hidup, Yayasan Dana Sejahtera Mandiri dan Universitas Trilogi tentang Pemberdayaan Masyarakat dalam Percepatan Pencapaian MDGs.

PLI 2013 ini memang mengusung konsep zero waste event. Selama kegiatan berlangsung tidak sedikit pun sampah keluar dari lokasi. Saat penutupan PLI akan disampaikan jumlah sampah yang dihasilkan dan hasil pengolahan sampah tersebut dapat dihitung nilai ekonominya. [R-15]  




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!