SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Kamis, 23 Februari 2017
BS logo

Berstatus Tersangka, Munarman Ditunggu Polda Bali Hingga Malam untuk Pemeriksaan
Jumat, 10 Februari 2017 | 14:16

Munarman [posmetro] Munarman [posmetro]

[DENPASAR] Juru Bicara (jubir ) Front Pembela Islam (FPI), Munarman hingga Jumat  (10/2) siang ini belum hadir sesuai dengan jadwal pemeriksaanyang sudah ditetapkan. Kendati demikian, tim penyidik Polda Bali masih terus menunggu kedatangan yang bersangkutan hingga malam.

“Tersangka kasus dugaan penghinaan terhadap petugas keamanan adat Bali atau pecalang itu harusnya merlalui  pemeriksaan di Polda Bali yang dijadwalkan pada Jumat pukul 10.00 WITA. Namun, hingga siang ini tidak datang  tanpa ada alasan yang jelas, baik dari Munarman maupun kuasa hukumnya,” ujar Kepala Bidang Humas Polda Bali, Ajun Komisaris Besar Polsi Hengkly Widjaya kepada SP, Jumat (10/2).

Menurutnya, dengan tidak hadirnya tersangka sesuai panggilan yang telah disampaikan, pihak penyidik akan kembali lagi memanggil Munarman tiga hari kemudian. “Kita tidak tahu apakah yang bersangkutan akan hadir atau mangkir lagi kita harus lihat dulu. Yang jelas prosedur pemanggian tetap kita lakukan sebelum melakukan p[emanggilan paksa,” tegas Hengky.

Hal senada juga dikatakan pejabat Polda lainnya yang menyatakan, belum ada konfirmasi dan informasi sampai sekarang, baik dari yang bersangkutan (Munarman) maupun tim kuasa hukumnya, “Tim Penyidik masih terus siaga untuk melakukan pemeriksaan. Kita tunggu sampai malam nanti," kata Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Bali Komisaris Besar Polisi Kenedy di Denpasar, Jumat (10/2).

Menurut Kenedy, pihaknya akan menunggu kedatangan tersangka hingga Sabtu (11/2) pukul 00.00 WITA atau hingga ada kabar dari Juru Bicara Front Pembela Islam (FPI) tersebut beserta kuasa hukumnya.  Munarman sendiri dijadwalkan diperiksa pada Jumat ini pukul 10.00 WITA dengan status tersangka bersama dengan Ketua Umum FPI Ahmad Shobri Lubis yang berstatus sebagai saksi.

Kenedy menjelaskan penyidik telah mengirimkan surat panggilan kepada tersangka di Jakarta yang diterima oleh anaknya dilengkapi dengan bukti tanda terima.

Munarman ditetapkan sebagai tersangka pada Selasa (7/2) dalam kasus dugaan penghinaan kepada pecalang, seperti yang tersebar dalam video di Youtube.

Polisi menjerat Munarman dengan pasal 28 ayat 2 juncto pasal 45 a ayat 2 Undang-Undang Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 tahun 2008 tentang Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan atau pasal 156 KUHP dengan ancaman di atas enam tahun penjara.

Meski diancam hukuman penjara di atas enam tahun penjara, namun polisi tidak menahan tersangka. "Tidak harus ditahan, (kecuali) jika khawatir melarikan diri, menghilangkan barang bukti," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Bali Ajun Komisaris Besar Polisi Hengky Widjaja, menimpali.[137]




Kirim Komentar Anda


Pasang iklan disini via B1 Ads