SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Kamis, 27 November 2014
BS logo

Daerah yang Gelar Pilkada Serentak Rawan Konflik
Jumat, 12 April 2013 | 15:30

Polisi membekuk massa yang bertindak anarkis dan melakukan penjarahan dalam simulasi pengamanan pilgub Jateng di lapangan bhayangkara, Akpol Semarang, Jumat (12/4).[SP/Stefy Thenu] Polisi membekuk massa yang bertindak anarkis dan melakukan penjarahan dalam simulasi pengamanan pilgub Jateng di lapangan bhayangkara, Akpol Semarang, Jumat (12/4).[SP/Stefy Thenu]

[SEMARANG] Kapolda Jateng Irjen Didiek Sutomo Triwidodo mengatakan, pihaknya akan mengantisipasi daerah-daerah yang menggelar dua pilkada sekaligus, yakni yang menggelar pemilihan gubernur (Pilgub), sekaligus pemilihan bupati (Pilbub). Tingkat kerawanan terjadinya konflik di daerah tersebut cukup tinggi.

''Kita akan antisipasi terjadinya kerawanan terutama di daerah yang menggelar dua pilkada sekaligus, seperti di Kudus dan Temanggung. Namun daerah-daerah lainnya tetap kita perlakukan sama, agar pilkada berjalan aman, lancar dan damai,'' tegas Kapolda usai menggelar simulasi pengamanan pilgub di lapangan bhayangkara Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang, Jumat (12/4).

Menurut Kapolda, simulasi pengamanan dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya aksi unjukrasa anarki, terkait masalah-masalah pilkada. Pihaknya mengharapkan aksi anarkis tak terjadi. Untuk itu, diperlukan peran serta semua pihak. Aparat kepolisian tetap berfokus pada hal-hal yang bersifat preemptif, sebelum mengambil tindakan preventif. Tujuannya, agar pilgub berjalan sesuai tahapan dan tak ada penundaan.

''Dua pertiga kekuatan Polda Jateng kami kerahkan, atau sebanyak 22.600 polisi diterjunkan untuk pengamanan pilgub Jateng,'' ujar Kapolda.

Simulasi pengamanan pilgub berjalan lancar disaksikan jajaran pimpinan Polda, Kodam IV/Diponegoro, Pemprov Jateng, KPU, Panwaslu dan undangan lainnya. Tiga pasangan calon yang baru saja ditetapkan sebagai peserta Pilgub Jateng, yakni Bibit Waluyo-Sudijono Sastroatmodjo, Hadi Prabowo-Don Murdono serta Ganjar Pranowo-Heru Sudjatmoko ikut hadir dan menyaksikan jalannya simulasi.

Simulasi menampilkan bagaimana upaya polisi untuk menghadapi aksi anarkis massa yang berupaya menyerbu Kantor KPU. Polisi menghalau massa dengan semprotan water canon dan memasang pagar kawat berduri di depan kantor. Tim Gegana Brimob juga mengamankan staf dan pimpinan KPU dari ancaman bom sebelum menjinakkannya. Polisi juga membekuk aksi massa anarkis yang melakukan penjarahan.

Pada kesempatan itu, Kapolda juga menyerahkan petugas pengamanan kepada setiap pasangan calon, dimana setiap calon dikawal oleh lima orang petugas. Mereka ini akan melakukan pengawalan dan penjagaan kepada setiap calon kemanapun mereka beraktivitas. [142]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!