SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Kamis, 27 November 2014
BS logo

Dipertanyakan, Molornya Proyek Pengembangan Bandara Supadio
Rabu, 19 Desember 2012 | 15:52

Bandara Supadio, Pontianak, Kalimantan Barat. [Google] Bandara Supadio, Pontianak, Kalimantan Barat. [Google]

[JAKARTA]  Molornya pelaksanaan proyek pengembangan Bandara Supadio, Pontianak, Kalimantan Barat, mulai menuai reaksi.   Pasalnya, sejak dimulainya pemancangan tiang pertama (ground breaking) pada Desember 2011, proyek Tahap I pembangunan terminal yang dijadwalkan kelar pada 2013, terlihat masih jauh dari kenyataan. 

”Setelah bekerja hampir satu tahun, tidak terlihat perkembangan yang nyata dari proyek tersebut. Hingga saat ini, baru fondasi kolom dan balok. Rangka atap belum ada,” kata Faisal Haq, ketua Koalisi Nasional Pemantau Otonomi (Konas Pantom), lembaga swadaya masyarakat yang concern melakukan pemantauan otonomi daerah, di Jakarta, kemarin (19/12). 

Mengutip data yang diperoleh dari simpul jaringan Konas Pantom di Kalimantan Barat, Faisal menyebutkan, sampai dengan 29 September 2012, kemajuan pekerjaan kontraktor,  yang digarap PT Pembangunan Perumahan/PP (Persero),  baru mencapai 22 persen.  

Padahal, sesuai kontrak, progress pekerjaan hingga September 2012 seharusnya sudah mencapai kisaran 55 persen. "Bagaimana mau menjadi kontraktor kelas dunia kalau pekerjaan yang kecil saja tidak beres?," kritiknya.

Progress pembangunan yang tak sesuai jadwal, menurut laporan yang diterima Faisal, salah satunya dipicu oleh ketidakberesan dalam pengelolaan proyek.   “Intinya harus ada review desain dan pengelolaan proyek untuk menghindarkan konsekuensi pembangunan terlambat dan inefisiensi yang tidak diinginkan,” ujarnya. 

Menilik lambannya pembangunan, lanjut Faisal Haq, pekerjaan diperkirakan molor satu tahun dari rencana selesai 2014. Tahap I saja, pekerjaan struktur paling cepat akan selesai pada pertengahan tahun 2013.  

Sedangkan pekerjaan arsitektur dan mechanical electrical (ME) akan selesai pada akhir 2014. ”Sangat jauh dari sasaran dua tahap pembangunan itu bisa selesai pada 2014,” tegasnya.

Dianggarkan Rp 380 Miliar

Pengembangan Bandara Supadio, yang berada di bawah pengelolaan PT Angkasa Pura II, dianggarkan sebesar Rp 380 miliar.   Menurut rilis yang pernah dikirim Direktur Utama PT Angkasa Pura II Tri S Sunoko, kapasitas bandara di Pontianak tersebut akan dikembangkan hingga lima kali lebih besar dari kapasitas yang ada saat ini. Yakni, mampu melayani hingga 3,2 juta pergerakan penumpang per tahun. 

Proses pengembangan Bandara Supadio akan dilakukan secara bertahap, mengingat pelaksanaannya dilakukan tanpa menghentikan operasional bandara yang tengah berjalan.  

Untuk pembangunan Tahap I, yang diawali dengan pemancangan tiang pertama tersebut, PT Angkasa Pura II menyiapkan dana sebesar Rp 65 miliar. Sebelum memulai pembangunan terminal penumpang yang baru, Angkasa Pura II sudah lebih dulu melakukan pembangunan gedung terminal kargo.

Faisal Haq menambahkan, pengembangan Bandara Supadio yang dipastikan bakal memberikan efek pengganda bagi pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat, perlu dicermati pelaksanaannya.  

Pasalnya, selain menggunakan dana APBN, juga menggunakan dana APBD Provinsi Kalimantan Barat, utamanya terkait pembangunan gedung VIP di terminal baru.

”Kami menerima laporan, gedung VIP itu harus dibongkar, karena tidak sesuai dengan perencanaan. Ini pemborosan APBD,” tegas Faisal. [PR/L-8]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!