SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Kamis, 23 Februari 2017
BS logo

Dugaan Pelanggaran, 15 TPS Bisa Pemungutan Suara Ulang di Pilgub Banten
Jumat, 17 Februari 2017 | 10:49

Ilustrasi Pilgub Banten [Istimewa] Ilustrasi Pilgub Banten [Istimewa]

 [SERANG] Sebanyak 15 tempat pemungutan suara (TPS), di Kecamatan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang terancam dilakukan pemungutan suara ulang (PSU) karena adanya dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh petugas Panitia Pemungutan Suara (PPS) yang membuka kota suara yang telah dicoblos tanpa ada saksi.

Menurut Komisioner KPU Banten Syaeful Bahri  mengatakan pihaknya menerima informasi terkait adanya dugaan pelanggaran di Kecamatan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang itu dari pemberitahuan lisan Bawaslu Banten.

“Kami baru sebatas mendapat pemberitahuan lisan dari Bawaslu soal ditemukannya kotak suara yang telah dibuka secara tidak resmi sebelum penghitungan dimulai. Sejauh ini belum ada rekomendasi tertulis dari Bawaslu apakah dilakukan PSU atau tidak,” ujarnya ketika dihubungi, Jumat (17/2).

Syaeful mengatakan, pihak KPU Banten tidak mau gegabah dan reaktif terhadap informasi yang ada karena belum ada rekomendasi resmi dari Bawaslu Banten.

“Saat ini Bawaslu bersama petugas kecamatan, Panwaslu Kecamatan Teluk Naga, Panwaslu Kabupaten Tangerang, petugas PPS dan saksi lainnya sedang mendalami kasus tersebut,” ujarnya.

Syaeful menjelaskan, salah satu kesalahan yang dianggap bisa menimbulkan potensi PSU di 15 TPS tersebut lantaran kotak suara pencoblosan telah dibuka tanpa adanya saksi dari pihak mana pun.

“Yang menjadi masalah membuka dokumen di dalam kotak suara  tanpa sepengetahuan dari saksi-saksi yang ada. Ini yang menjadi pelanggaran,”  ujarnya.

Pihak KPU Banten sendiri masih terus melakukan real count hasil Pilkada Banten melalui proses scan C1 dari delapan kota/kabupaten.

Hingga kini, baru Kota Cilegon yang selesai melakukan penghitungan 100 persen. "Scan ini 24 jam, kami harap masyarakat Banten bersabar. Kalau berbicara keakuratan, ini real count, kalau ada kesalahan bisa direvisi," tegasnya.

Secara terpisah, Ketua Bawaslu Banten Pramono Ubaid  Tanthowi  mengatakan, sejauh ini pihaknya terus mendalami kasus tersebut bersama Panwaslu Kabupaten Tangerang, Panwaslu Kecamatan Teluk Naga, petugas PPS, dan sejumlah saksi lainnya. [149]




Kirim Komentar Anda


Pasang iklan disini via B1 Ads