SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Minggu, 23 November 2014
BS logo

Hitung Cepat Pilgub Papua, Lukas Enembe-Clemen Tinal Unggul Sementara
Kamis, 31 Januari 2013 | 11:05

 Pasangan  dari Partai Demokrat  yang mengusung  nomer urut 3 yaitu Calon Gubernur Papua Lukas Enembe dan Wakil Gubernur Clemen Tinal yang  disapa LukMen yakin akan memenangkan Pilkada Papua satu putaran. Keyakinan  pasangan ini terlihat usai membacakan Deklarasi Damai di GOR Cenderawasih, APO,  Kamis (10/1) siang saat berfoto berdua  dan meneriakan yel yel Pasangan dari Partai Demokrat yang mengusung nomer urut 3 yaitu Calon Gubernur Papua Lukas Enembe dan Wakil Gubernur Clemen Tinal yang disapa LukMen yakin akan memenangkan Pilkada Papua satu putaran. Keyakinan pasangan ini terlihat usai membacakan Deklarasi Damai di GOR Cenderawasih, APO, Kamis (10/1) siang saat berfoto berdua dan meneriakan yel yel 'Kami pasti Menang'. [SP/Roberth Isidorus Vanwi]

[JAYAPURA] Pasangan calon gubernur (cagub) dan calon wakil gubernur (cawgub) Papua, Lukas Enembe-Clemen Tinal (Lukmen), unggul sementara dalam penghitungan cepat pemilihan kepala daerah (Pilkada) Papua, yang dilakukan Jaringan Suara Indonesia (JSI). Pasangan Lukmen, yang diusung Partai Demokrat dan koalisinya, meraih 39,03% suara.

Urutan kedua, pasangan Habel Suwae-Yop Kogoya, yang diusung Partai Golkar meraih 19,1% suara, MR Kambu-Blasius Pakage 14,85%, Noakh Nawipa-Johanis Wob 11,03%, Wellington Wenda-Weynand Watori 10,98%, dan Alex Hesegem-Marten Kayoi 4,81% suara.

Wakil Direktur Eksekutif JSI, Fajar Tamin mengatakan kepada SP, Kamis (31/1) pagi, sampai Kamis pagi, total suara yang sudah masuk 91,67 %. Ia meyakini hasil penghitungan cepat itu tak akan jauh berbeda dengan hasil penghitungan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Papua, yang baru akan diketahui pada 13 atau 14 Februari.

”Akurasi penghitungan cepat yang dilakukan JSI selama ini tak pernah meleset jauh dari hasil KPU,” ujar Fajar.

Metodologi yang digunakan pada penghitungan cepat itu multistage random sampling. Dari hasil penghitungan itu, JSI memprediksi Pilkada Papua hanya satu putaran, dengan kemenangan di pihak Lukmen. Menurut Fajar, dalam penghitungan cepat itu, pihaknya benar-benar netral dan tak memihak pada salah satu pasangan.

Sementara itu, Jery O, selaku Ketua Tim Pemenangan pasangan Noakh Nawipa-Johanis Wob menyatakan, tak terpengaruh dengan hasil penghitungan cepat JSI. "Biarkan saja, toh nanti keputusan ada di KPU Papua," ujarnya kepada SP.

Begitu juga Hengki Sawaki, Ketua Tim Kualisi Bangun Papua yang merupakan tim pemenangan Habel Suwae-Yop Kogoya mengatakan, pihaknya tak terpancing dengan informasi atau klaim perolehan suara pasangan tertentu. “Kami menunggu hasil penghitungan suara yang dilakukan KPU Papua, yang benar-benar bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya,” katanya.

Sementara Carolus Boli, Sekertaris Tim Pemenang Lukmen menyatakan optimistis akan menang satu putaran saja.

Prihatin
Ketua Komisi II DPR, Agun Gunandjar Sudarsa menyatakan keprihatinannya terkait penyelenggaraan pemilihan gubernur dan wakil gubernur Papua, Selasa (29/1) lalu. Pilkada, yang sudah ditunda selama dua tahun itu, memakan korban jiwa Ketua Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Tolikara, Josia Karoba. Dia meninggal setelah dikeroyok massa pada saat pemungutan suara masih berlangsung di salah satu tempat pemungutan suara di Distrik Gilibandu, Kabupaten Tolikara, Papua.

Selain itu, terjadi pembakaran Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mamberano Tengah, Papua. “Papua ini, jujurlah, bagian dari komunitas masyarakat kita yang harus mendapatkan perhatian dan penanganan yang berbeda,” kata Agun di Bandung, Rabu (30/1).

Menurut politisi dari Partai Golkar ini, kekisruhan pada saat dan setelah pelaksanaan pemilihan gubernur itu tidak lepas dari kepentingan para elite politik di Papua. “Tidak ada masalah sebenarnya kalau memang budaya politik (santun) yang dikedepankan,” ujar Agun.

Anggota KPU Pusat, Ferry Rizki Kurniansyah berharap, aparat keamanan dapat melakukan penjagaan di Papua. Karena, sambungnya, masalah keamanan merupakan otoritas aparat penegak hokum, bukan penyelenggara pemilu. Meski demikian, dia menekankan agar para anggota KPU di Papua bisa mengamankan kotak-kotak suara yang sudah terisi surat suara. “Itu yang perlu dipertanggungjawabkan oleh teman-teman KPU di Papua,” katanya. [153/154]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!