SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Senin, 27 Maret 2017
BS logo

Jadi Tahanan KPK, Atty Masih Dapat Dukungan Suara di Pilwakot Cimahi
Jumat, 17 Februari 2017 | 11:11

Ilustrasi pilkada serentak. [Istimewa] Ilustrasi pilkada serentak. [Istimewa]

 [BANDUNG] Masyarakat di Kota Cimahi masih menaruh harapan pada Wali Kota Cimahi Atty Suharti yang berpasangan dengan Achmad Zulkarnain dalam pemilihan kepala daerah serentak, Rabu, 15 Februari 2017 kemarin. Padahal, walikota incumbent tersebut masih berstatus tersangka dan ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait operasi tangkap tangan pada bulan Desember 2016 lalu.

Berdasarkan perhitungan dari rekapitulasi formulir model C-1 yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU), pasangan Atty-Achmad mendapatkan 65.688 suara atau sekitar 29,23 persen. Raihan ini hasil rekapitulasi pada 839 dari total 980 tempat pemungutan suara yang ada di Cimahi pada Kamis, 16 Februari 2017 hingga pukul satu siang.

Sementara pesaingnya, Asep Hadad Didjaya-Raden Adjeng Irma Indriyani mendapatkan 68.078 suara atau sekitar 30,29 persen suara. Raihan tertinggi diperoleh pasangan Ajay Muhammad Priyatna-Ngatiyana dengan 90.999 suara atau sekitar 40,49 persen.

Calon Wakil Walikota Cimahi, pasangan Atty, Achmad Zulkarnain mengungkapkan kekecewaannya karena Atty tidak bisa menggunakan hak suaranya saat menjadi tahanan di KPK. Meski tidak didampingi pasangannya, Achmad menurunkan sebanyak 1.300 saksi dalam pemilihan kepala daerah.

Terkait hitung cepat berdasarkan rekapitulasi formulir model C-1, Achmad menyatakan dirinya legowo apabila dinyatakan kalah. “Sepanjang tidak ada kecurangan di dalamnya,” kata Achmad.

Sebelumnya, seorang oknum polisi tertangkap bersama tersangka lain yang diduga melakukan black campaign beberapa jam sebelum pemilihan.

Koordinator Divisi Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga Panitia Pengawas Pemilu Kota Cimahi, Yus Sutaryadi mengatakan, pihaknya tengah memeriksa pelaku yang tertangkap tangan menyebarkan selebaran berisikan informasi yang menyudutkan salah satu dari tiga pasangan calon yang bertarung di pemilihan kepala daerah serentak.

“Ada laporan lewat pesan singkat dari warga lalu kita meluncur ke lokasi. Menurut warga pelaku sudah sejak tiga hari lalu menyebarkan selebaran yang isinya memprovokasi salah satu pasangan,” kata Yus.

Selebaran itu, sambung Yus, sudah beredar di beberapa wilayah seperti Cibeber, Leuwigajah, dan Melong. “Kita bawa (pelaku) ke Polres, dengan pengawalan dua mobil polisi, sekarang kita tahan pelaku di Kantor Panwaslu. Kita masih identifikasi masalah ini lebih lanjut,” terang Yus.

Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat Inspektur Jenderal Anton Charliyan membenarkan adanya dugaan tindakan penyebaran kampanye hitam tersebut. Salah satu pelakunya malah diakui sebagai anggota kepolisian. “Dia pengawal pribadi (calon walikota),” kata Anton.

Pelaku yang diduga melakukan kampanye hitam itu berinisial YG. Dia ditangkap bersama dengan RS, salah seorang tim sukses pasangan calon. “Dia (YG) membawa tas yang isinya selebaran. Masih didalami apakah dia mengetahui atau tidak (soal selebaran), apakah dia sengaja atau tidak,” tambah Anton.

Ancaman pidana bagi pelaku penyebar black campaign itu minimal satu bulan hingga lima bulan penjara sesuai Undang-Undang nomor 10 tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota.

Kedua tersangka itu sudah ditangkap saat menyebarkan selebaran berisi kasus korupsi yang menjerat incumbent, Atty Suharti yang berpasangan dengan Achmad Zulkarnain. Pasangan yang diusung Partai Golkar, Partai Keadilan Sejahtera, dan Partai Nasional Demokrat ini bertarung dengan pasangan Asep Hadad Didjaya-Irma Indriani yang diusung Partai Demokrat dan Partai Gerindra serta pasangan Ajay M. Priyatna-Ngatiyna yang diusung PDI Perjuangan, Partai Keadilan Bangsa, PPP, dan PAN.

Akhir tahun 2016, Komisi Pemberantasan Korupsi menangkap Walikota Cimahi Atty Suharti dan suaminya Mochamad Itoc Tochija, yang juga mantan Walikota Cimahi dua periode sebelumnya. Saat penangkapan, Atty tengah mencalonkan diri bersama Achmad Zulkarnain sebagai calon walikota dan wakil walikota periode 2017-2022. [153]




Kirim Komentar Anda


Pasang iklan disini via B1 Ads