SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Sabtu, 1 November 2014
BS logo

Jaga Keamanan Bali Bukan Hanya Tugas Polisi
Jumat, 12 April 2013 | 10:18

[DENPASAR] Sejumlah kasus kriminal di Bali aksi pencurian, kepruk kaca mobil, jambret, coblos ban, pencurian pratima, hingga perampokan menjadi perhatian publik dalam  pekan  terakhir ini. Kondisi kamtibmas seperti itu tentunya sangat berdampak negatif dan tidak hanya dirasakan masyarakat Bali sendiri, tetapi juga berpotensi merusak citra pariwisata Bali di dunia internasional.
Ada kesan kalau persoalan keamanan tersebut adalah merupakan tugas polisi untuk menuntaskannya. Padahal, untuk menjaga keamanan tersebut tidak bisa hanya dibebankan kepada polisi, tetapi juga masyarakat. Artinya, masyarakat harus ikut proaktif memberikan informasi dan menjaga wilayahnya sehingga keamanan masyarakat terjaga. 

Menyikapi hal ini, Kepala Bidang  Humas Polda Bali Komisaris Besar Polisi  Hariadi mengaku sistem keamanan yang diterapkan sudah diupayakan semaksimal mungkin. Pihaknya telah melakukan koordinasi dengan instansi terkait, termasuk dengan masyarakat. Sebab, mengingatkan pentingnya peranan seluruh masyarakat dalam menjaga keamanan Bali. ''Pengamanan bukan hanya tugas polisi. Tetapi, semua pihak ikut menjaga keamanan Bali. Masyarakat harus ikut proaktif,'' ujarnya Jumat (12/4).

Selain itu, kata dia, perlu adanya kesinambungan pengamanan oleh semua pihak. Jika hal ini dibiarkan, kasus demi kasus akan bertambah terus. ''Harus ada sikap proaktif dari seluruh masyarakat. Sebab, keamanan itu merupakan kebutuhan semua pihak, tidak hanya polisi saja. ''Kami juga melakukan pendekatan kepada seluruh satuan wilayah untuk lebih meningkatkan pengamanan,'' tandasnya.

Menurutnya, kegiatan-kegiatan yang bersifat preventif perlu juga ditingkatkan. Misalnya, menggalang kemitraan dengan masyarakat. Satuan wilayah mesti rajin memberikan informasi kepada masyarakat supaya mereka mempunyai sikap waspada. Artinya, seperti maraknya kasus-kasus kepruk kaca belakangan ini, masyarakat tentunya menghidari menaruh barang-barang berharga di dalam mobil. Apalagi, kaca mobilnya terang dan di dalamnya ada barang berharga.

Begitu juga dengan maraknya kasus pencurian pratima. Kombes Hariadi menjelaskan, pencurian pratima di sejumlah daerah tersebut menjadi atensi Polda Bali dan jajarannya. Selain mengoptimalkan penyelidikan, juga harus kerja sama dan bersinergi dengan masyarakat, utamanya di banjar-banjar. Sebab, masyarakat di banjar-banjar itulah yang lebih tahu situasi keamanan.

Maraknya kasus kriminal ini, membuat banyak kalangan mempertanyakan kinerja kepolisian dan realisasi konsep Bali Mandara (maju, aman, dan sejahtra). Realisasi Bali Mandara juga dinilai belum mampu memberikan rasa aman pada masyarakat Bali. Padahal, sistem keamanan yang diterapkan aparat kepolisian dan pemerintah tentunya sudah semakin canggih. Misalnya menggunakan alat-alat yang bisa mendeteksi benda-benda mencurigakan. Tak hanya itu, pemasangan CCTV di sejumlah tempat juga telah dilakukan.

Tak hanya itu, patroli 24 jam, menempatkan anggota kepolisian di titik-titik rawan dan merangkul masyarakat untuk menjaga keamanan juga tak pernah henti dilakukan. Namun, faktanya kasus kriminal di Bali terlihat makin marak dan selalu terjadi setiap harinya. Dari sekian yang terjadi, hanya segelintir yang berhasil diungkap. Bahkan, yang paling marak dan belum terungkap tuntas yakni pencurian pratima.[137]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!